Breaking News:

Berita Kapuas

Turunkan Angka Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, Ini Upaya Dinas P3AP2KB Kapuas

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Kapuas

Tribunkalteng.com/Fadly SR
Kasi Pemantapan Lembaga Layanan Anak Dinas P3AP2KB Kapuas, Rasyidi 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, KUALAKAPUAS - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Kapuas terus berupaya mengurangi kasus kekerasan perempuan dan anak di Kabupaten Kapuas.

Dimana perempuan dan anak merupakan kelompok yang rentan mendapat kekerasan bisa melalui kekerasan fisik, psikis, kekerasan seksual dan penelantaran.

Dishub Kapuas Kalteng Terima Kunjungan DPRD dan Dishub Banjarbaru

Kasi Pemantapan Lembaga Layanan Anak Dinas P3AP2KB Kapuas, Rasyidi, mengatakan penyebab dari kekerasan anak tersebut adalah semakin majunya teknologi.

Termasuk penggunaan smartphone yang bebas, yang tidak terkontrol kepada anak, kurangnya sosialisasi dan pendampingan terhadap anak.

Menyikapi hal tersebut Dinas P3AP2KB Kabupaten Kapuas akan membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) dengan harapan penanganan kasus kekerasan anak maupun perempuan bisa lebih cepat, terpusat dan terencana.

"Semoga terbentuknya UPTD PPA ini bisa memudahkan Dinas P3AP2KB Kabupaten Kapuas dalam melakukan sosialisasi dan pendampingan terhadap anak bisa lebih cepat dan terencana," katanya, Kamis (28/1/2021).

Ditambahkannya pula bagi pelaku terhadap kekerasan anak yang dilakukan berulang-ulang, akan diterapkan Peraturan Pemerintah No. 70 tentang pelaksanaan kebiri kimia dan dengan adanya ancaman tersebut dapat membuat pelaku merasa ketakutan dan memberikan efek jera.

Sedangkan untuk kasus kekerasan yang ditangani dan pendampingan kasus oleh Dinas P3AP2KB Kabupaten Kapuas, diantaranya pada tahun 2019 ada 11 kasus sedangkan untuk tahun 2020 ada 12 kasus.

"Upaya yang kami lakukan terhadap kasus-kasus tersebut adalah dengan melakukan pendampingan, bisa dengan mendatangkan tenaga pisikolog tergantung dengan masalah yang dilakukannya," pungkasnya. (Tribunkalteng.com/Fadly SR)

Penulis: Fadly Setia Rahman
Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved