Breaking News:

Berita Palangkaraya

Bangunan Sarang Walet Palangkaraya Kalteng Bertambah, Pemko Naikkan Target PAD

Pemerintah Kota Palangkaraya menaikkan target pendapatan dari pungutan pajak penangkaran saran burung walet.

Tribunkalteng.com/ faturahman
Seorang penangkar sarang burung walet di Kalteng saat menunjuk sarang walet yang siap dipanen. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pemerintah Kota Palangkaraya menaikkan target pendapatan dari pungutan pajak penangkaran saran burung walet.

Pasalnya, bangunan sarang burung walet yang ada di kota tersebut semakin banyak dan target tahun 2020 melebihi target.

Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Palangkaraya akan menaikkan pungutan dari bisnis atau usaha sarang burung walet, dengan alasan bangunan sarang burung walet terus bertambah demikian juga setoran dari pungutan sarang burung walet juga bertambah sehingga tahun ini taget dinaikkan.

Baca juga: Genangan di Rumah Masih Setinggi Pinggang, Warga Kurau Ini Bertahan di Pengungsian

Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD Kota Palangkaraya, Aratuni Djaban, mengatakan, potensi pajak sarang burung walet belum dipungut secara maksimal, padahal potensinya cukup besar karena bangunan rumah walet semakin banyak di Palangkaraya.

Dia mengatakan, dalam tahun 2020, pajak sarang burung walet ditarget Rp120 juta setelah dipungut hingga akhir tahun ternyata bisa terealisasi melebihi target yakni mencapai Rp162 juta. "Jumlah ini tentu bisa ditingkatkan, karena bangunan walet di Kota Cantik cukup banyak," ujarnya.

Kenaikkan target pendapatan sarang burung walet tahun 2021 disepakati eksekutif dan legislatif menjadi Rp500 juta.“Awalnya target naik menjadi Rp122 juta, lalu dilakukan evaluasi naik menjadi 500 juta,” ujarnya seraya mengatakan optmistis target tersebut akan tercapai dalam tahun ini.

Upik salah satu pengusaha Sarang Burung Walet di Palangkaraya, Kamis (21/1/2021) mengaku, selama ini membayar menyesuaikan dengan penghasilan dan fluktuasi harga penjualan walet. Pihaknya ,tidak bisa memastikan, setiap bulan hasilnya karena tergantung banyak tidaknya walet bersarang dalam rumah walet.

"Burung itu terbang bebas dialam lepas, bukan seperti burung dalam kandang, jika sedang banyak membuat sarang, hasilnya juga banyak tapi jika musim kabut asap burung walet banyak bermigrasi sehingga yang masuk dalam rumah walet menjadi sedikit yang membuat sarang juga sedikit," ujar Upik salah satu pengusaha sarang burung walet di Palangkaraya. (Tribunkalteng.com/ faturahman).

Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved