Breaking News:

Update Banjir Kalsel

Genangan di Rumah Masih Setinggi Pinggang, Warga Kurau Ini Bertahan di Pengungsian

Membaiknya cuaca sejak empat hari terakhir belum mampu menyusutkan secara signifikan luapan air di Desa Kurau, Handilnegara

Penulis: Idda Royani
Editor: edi_nugroho
Tribunkalteng.com/iddda royani
Beberapa warga masih mengungsi di Masjid Rhaudaturridhhwan di Desa Padangluas, Kamis (21/1). 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, PELAIHARI - Membaiknya cuaca sejak empat hari terakhir belum mampu menyusutkan secara signifikan luapan air di Desa Kurau, Handilnegara, dan Kalibesar di Kecamatan Kurau, Kabulaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).

Pantauan Kamis (21/1/2021), genangan banjir di tiga desa tersebut masih cukup dalam. Begitu pula di kecamatan tetangga di Kecamatan Bumimakmur seperti di Desa Bumiharapan dan Handilmaluka.

Contohnya jalan utama menuju Handilnegara sejauh sekitar satu kilometer. Dari muara jalan raya Kurau, banjir masih menggenang setinggi 20 sentimeter. Makin ke dalam makin dalam hingga setinggi pinggang orang dewasa.

Desa tersebut memang berada di dataran rendah di kawasan rawa. Sejauh mata memandang, semua hamparan hanyalah air, tampak bak danau yang luas.

Karenanya warga di beeberapa desa tersebut hingga saat ini masih bertahan di tempat pengungsian. Di antaranya di Masjid Rhaudaturridhhwan di Desa Padangluas Kecamatan Kurau.

Baca juga: Sembilan Belas Jam Tenggelam di Sungai, Jasad Febri Ditemukan

Di antaranya yang mengungsi ke masjid di tepi jalan raya Kurau ini yaitu Noni, warga RT 4 Desa Handilmalika Kecamatan Bumimakmur. Ibu rumah tangga berusia 28 tahun ini mengungsi bersama suami dan dua anakknya yang masih kecil.

"Sudah seminggu saya ngungsi di masjid ini. Banjir sudah mulai surut tapinmasih dalam, sekarang masih selutut di dalam rumah," paparnya.

Suamnya saat siang pulang untuk mengecek rumah daan saat malam kembali ke pengungsian.

Ia menuturkan saat banjir besar melanda, genangan di dalam rumahnya hingaga seleher orang dewasa. Awalnya hanya setinggi dada, namun kemudian naik lagi.

Dirinya bersama suami tak sempat lagi menyelamatkan barang. "Cuma motor saja yang sempat diselamatkan. Keluar rumah saja naik jukung," sebut Noni.

Senada diutarakan Sugianor warga RT 2 Desa Kurau. Ia mengungsi ke Masjid Rhaudaturridhhwan sejak Kamis pekan lalu dan masih bertahan hingga sekarang.

Rumahnya tenggelam dan harta bendanya tak ada yang sempat diselamatkan. "Ada motor dua buah, kulkas dan lain-lain. Pasti rusak karena semingguan terendam," sebutnya.

Dikatakannya, saat banjir besar melanda beberapa hari lalu dirinya tak sempat lagi memikirkan harta benda. Pasalnya banjir mendadak dalam saat tengah malam, sementara kondisi gelap karena listrik padam dan sedang hujan deras.

"Saat itu yang kepikiran hanya bagaimana agar bisa menyelamatkan diri, lekas keluar dari rumah, dari kampung," paparnya yang mengungsi di masjid bersama keluarganya. (Tribunkalteng.com/idda royani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved