Covid 19

Jenazah Pasien Covid-19 Tertukar, Wali Kota Bogor Bima Arya bereaksi.

Ada jenazah pasien Covid-19 yang tertukar dan terjadi di Provinsi Jawa Barat, Wali Kota Bogor Bima Arya bereaksi.

Tayang:
Editor: rendy nicko
TRIBUN MEDAN / istimewa
ILUSTRASI - Jenazah Covid-19 

"Setelah itu, saya bilang enggak usah pakai peti langsung ambil dari ruangan. Ini makan waktu terlalu lama. Akhirnya mama saya diambil dari ruangan. Setelah itu dibawa ke forensik," bebernya.

Pihak keluarga mengaku merasa sangat kecewa, terlebih masalah proses pemulasaran jenazah yang memakan waktu hingga berjam-jam.

Sementara penanganan jenazah pasien Covid-19 tidak boleh melebihi di atas 4 jam.

Selain itu, kelalaian pihak RSUD Kota Bogor yang tidak menunjukkan kredibilitasnya sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 sehingga berujung tertukarnya jenazah sang ibu dengan jenazah orang lain.

Atas kejadian itu, pihak keluarga mengaku kecewa dengan pelayanan yang diberikan oleh pihak RSUD Kota Bogor.

Terlepas dari itu, pihak RSUD Kota Bogor menyampaikan permintaan maaf atas insiden tertukarnya jenazah WT.

Hanya dengan Disiplin Gunakan Penyegar Mulut

Akibat kasus jenazah pasien Covid-19 yang tertukar, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengaku telah melakukan evaluasi terhadap prosedur penanganan pasien Covid-19 di RSUD Kota Bogor.

Artikel ini tayang di gridhealth dengan judul Jenazah Pasien Covid-19 Tertukar, Keluarga Semprot Habis-habisan Tenaga Medis hingga Tak Mau Pakai Peti Mati: 'Kamu Bisa Lihat Enggak!' 

Sumber: Grid.ID
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved