Berita Kalsel

Eksploitasi Batubara Berlangsung di Pulau Laut Kotabaru, Getaran Blasting Terasa di Rumah Warga

Aktivitas tambang batubara di Pulau Laut, Kotabaru oleh PT Sebuku Group terus berlangsung. Blasting pun, mulai terasa hingga ke rumah warga

Penulis: Herliansyah | Editor: Hari Widodo

Editor : Hari Widodo

TRIBUNKALTENG.COM, KOTABARU - Kegiatan penambangan batubara di Kotabaru terus berlangsung.  Selain pembukaan lahan oleh PT Sebuku Group, perusahaan mengantongi izin usaha pertambangan-operasi produksi (IUP-OP) itu sudah mengeksploitasi emas hitam dalam perut bumi daratan Pulaulaut ini. 

Dari beberapa titik lahan konsesi penambangan, di antaranya wilayah Desa Sungup, Kecamatan Pulaulaut Tengah, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan sejak beberapa lalu digarap oleh PT Sebuku Tanjung Coal (Sebuku Group).

Pengamatan banjarmasinpost.co.id beberapa hari lalu, eksistensi kegiatan penambangan tidak tampak terlihat. Namun tampak dari kejauhan alat berapa perusahaan sedang bekerja di sebagian besar lahan sudah terbuka. 

Di titik lahan yang sebelumnya menghijau oleh pepohonan, kini tampak gersang. Dari kejauhan terpantau banjarmasinpost.co.id, debu dari kegiatan itu beterbangan dan terbawa angin. 

Baca juga: Ekspor Batubara Primadona Kalteng, Ini Negara Pengimpor Terbesar

Baca juga: Batubara Kalteng Terbaik, Sayang Banyak Tumpang Tindih Perizinan

"Coba lihat HD-nya (alatnya) besar-besar. Itu debu juga lihat," celetuk Rizal salah seorang warga Pulaulaut berbincang dengan banjarmasinpost.co.id, akhir pekan lalu. 

Sementara, salah seorang warga Desa Sungup, mengatakan hampir tidak terhitung lagi mendengar suara ledakan oleh aktivitas peledakan (blasting) selama ada kegiatan penambangan batubara.

Apalagi, kata dia, kegiatan hanya beberapa kilometer persis di belakang rumah. "Kalau ada peledakan, terasa kaya ada gempa gitu. Kaca dan dinding rumah terasa bergetar," ujarnya. 

Getaran oleh aktivitas peledakan itu pun sempat banjarmasinpost.co.id rasakan, ketika berada di rumah salah seorang warga tersebut.

Baca juga: Cuma Kebagian Royalti Batubara Rp 24 Miliar, Pemkab Kapuas Protes ke Kementerian ESDM

Pengakuan warga, dari pihak perusahaan pernah beberapa kali melakukan pendataan rumah-rumah warga terimbas kegiatan peledakan. 

"Di data saja sih. Selai didata," jelasnya kepada banjarmasinpost.co.id, kemarin. 

(banjarmasinpost.co.id/helriansyah)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved