Berita Palangkaraya

Buron Tiga Bulan, Pembunuh Mistam Dihadiahi Timah Panas

MB, MJ dan SKI mengenakan seragam tahanan Polres Tapin berwarna oranye hanya tertunduk lesu di lobby Kantor Polres Tapin, Selasa (24/11/2020).

Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: edi_nugroho
Tribunkalteng.com/ mukhtar wahid
Tiga pelaku pengeroyok korban diperlihatkan kepada wartawan di Polres Tapin, Selasa (24/11/2020). Pelaku menghabisi nyawa korban di depan warung malam di Jalan Houling Nes 16 Desa Kalumpang, Kecamatan Bungur, Kabupaten Tapin, pada 28 Oktober 2020 lalu 

Editor: Edi  Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, RANTAU - MB, MJ dan SKI mengenakan seragam tahanan Polres Tapin berwarna oranye hanya tertunduk lesu di lobby Kantor Polres Tapin, Selasa (24/11/2020).

Ketiganya terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun karena menghilangkan nyawa korban Mistam Riafin, pada 28 Oktober 2020 lalu.

Ketiga tersangka pengeroyok korban dibekuk di tempat terpisah. SKI ditangkap beberapa jam setelah peristiwa di rumahnya di Desa Kalumpang.

Baca juga: Satgas Covid-19 Palangkaraya Tindak Tegas Menindak Kerumunan Massa

Sedangkan MB dan MJ, berhasil mengecoh dan kabur. Keduanya ditangkap di lokasi pendulangan emas di Desa Bancing, Paramasan, Kabupaten Banjar, Senin (23/11/2020).

Khusus MB mendapat hadiah peluru di kaki kirinya. Dia diduga pelaku yang menghabisi nyawa korban dengan senjata tajam jenis pisau.

Polisi terpaksa menembak kakinya karena dianggap berusaha melarikan diri saat dikepung petugas gabungan Polsek dan Polres Tapin

Kapolres Tapin AKBP Pipit Subiyanto mengaku bangga dengan hasil pengungkapan jajaran Satreskrim Polres Tapin.

Menurutnya, satu pelaku mendapatkan timah panas di salah satu kaki karena berusaha melawan dan melarikan diri.

Diakui Pipit Subiyanto, kendala pengungkapan kasus itu karena kedua pelaku MB dan MJ sempat buron dan berpindah-pindah tempat persembunyian saat dicari anggotanya.

Ketiga pelaku adalah mengeroyok korban karena kesalahpahaman saat minuman alkohol hingga cekcok mulut dan berkelahi.

Korban menderita luka tusuk pisau di bagian leher saat berada di depan warung malam di Jalan Houling Nes 16 Desa Kalumpang, Kecamatan Bungur, Kabupaten Tapin, pada 28 Oktober 2020 lalu, sekitar pukul 03.00 Wita.

"Kami mengimbau agar masyarakat di Kabupaten Tapin tidak membawa senjata tajam dan menegak minuman keras," kata AKBP Pipit Subiyanto. (Tribunkalteng.com/ mukhtar wahid).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved