Breaking News:

Pikada Kalteng 2020

Pakar Covid-19 UPR Sikapi Cagub Petahana Kalteng Tertular Virus Corona

Calon Petahana Gubernur Kalimantan Tengah, H Sugianto Sabran, Kamis (19/11/2020) malam mengumumkan dirinya tertular Covid-19

Pakar Covid-19 UPR  Sikapi Cagub Petahana Kalteng Tertular Virus Corona
Tribunkalteng.com / faturahman
Pakar Covid-19 Universitas Palangkaraya (UPR) yang juga adalah Dekan Fakultas Kedokteran setempat, Prof H Syamsul Arifin .

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Calon Petahana Gubernur Kalimantan Tengah, H Sugianto Sabran, Kamis (19/11/2020) malam mengumumkan dirinya tertular Covid-19 tanpa gejala (OTG) melalui video yang direkam kemudian disebarkan ke media sosial sehingga mendapatkan tanggapan banyak pihak.

Beberapa warga mengkhawatirkan, masih ada orang disekitar Sugianto Sabran yang mungkin tertular sehingga bisa menukarkan kepada yang lain, sehingga diharapkan juga dilakukan PCR Swab untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 terutama yang pernah kontak primer dan kontak sekunder dengan gubernur non aktif tersebut.

Pakar Covid-19 Universitas Palangkaraya (UPR) yang juga adalah Dekan Fakuktas Kedokteran setempat, Prof H Syamsul Arifin, mengatakan, ketika ada seseorang yang terkonfirmasi Positif Covid-19 yang harus dilakukan adalah mencari untuk memeriksa orang yang pernah melakukan primer dan kontak sekunder.

Baca juga: VIDEO Cagub Petahanan Kalteng H Sugianto Sabran Mengumumkan Dirinya Terjangkit Covid-19

Menurut dia, mereka yang masuk dalam group kontak primer adalah orang-orang yang dalam 14 hari terkahir, pernah melakukan kontak langsung dengan orang yang positif Covid-19, demikian juga orang yang masuk kategori kontak sekunder adalah orang yang pernah melakukan kontak langsung dengan orang yang masuk kategori kontak primer.

"Tracing akan dilakukan pada orang-orang yang pernah kontak langsung dengan Bapak Gubernur (kontak primer) minimal pernah kontak lebih dari 15 menit dalam satu ruangan. Mereka ini harus diperiksa sebaiknya menggunakan PCR Swab. Jika ada yang positif dari mereka yang terkangkit juga harus dicari lagi mereka ini pernah kontak dengan siapa selama 14 hari ke belakang," ujarnya.

Cara tersebut, ujar Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Kalimantan Selatan ini, sangat efektif untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona, karena mereka yang pernah kontak langsung lebih dari 15 menit dalam ruang tertutup sangat rawan tertular. (Tribunkalteng.com / faturahman).

Penulis: Fathurahman
Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved