Breaking News:

Berita Martapura

Di Martapura Kalsel, 300 Warga Terjaring Razia Masker

Sejak 1 Oktober 2020 hingga kini sudah ada 360 Lebih pelanggar razia masker di Kabupaten Banjar yang diadakan Satpol PP Kabupaten Banjar.

Foto Diskominfostandi Kabupaten Banjar
Razia masker di Jalan A Yani halaman Setda Kabupaten Banjar. Warga tak pakai masker dihukum membaca doa. 

Editor: edi nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, MARTAPURA - Sejak 1 Oktober 2020 hingga kini sudah ada 360 Lebih pelanggar razia masker di Kabupaten Banjar yang diadakan Satpol PP Kabupaten Banjar.

Menurut Kasi Ops Satpol PP Kabupaten Banjar, Wahyudi, rata-rata dalam sehari ada minimal ada 20 orang pelanggar operasi yustisi yang digelar setiap hari tersebut. Penurunan pelanggaran bahkan minim, hanya sekitar 20 persen sejak awal dilakikan operasi yustisi.

Baca juga: Anggota Polsek Bukit Batu Berkeliling untuk Patroli di Taman Wisata Palangkaraya

"Sejak awal sampai sekarang paling turunnya 20 persen saja, yang dulu pelanggarnya 26 jadi 22," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Minggu (18/10/2020).

Padahal memakai masker selama Pandemi diwajibkan bagi seluruh warga Kabupaten Banjar yang kini sudah diatur dalam peraturan bupati nomor 30 tahun 2020. Jika dilanggar akan dikenakan sanksi teguran hingga pencabutan ijin.

Operasi yustisi sendiri digelar setiap hari secara bergantian di beberapa lokasi baik di Martapura, Pengaron hingga ke Kertak Hanyar.

"Senin sampai Jumat kita di Martapura, Sabtu di Pengaron dan Minggu di Kertak Hanyar," ujar Wahyudi.

Paling banyak pelanggar razia masker ini ungkapnya di Jalan Sukaramai di Pasar Batuah Martapura. Sedangkan di titik lain tergolong lebih sedikit.

Selain di Pasar Batuah Martapura, titik operasi yustisi biasanya digelar di Jalan Sekumpul, Taman Ratu Zalecha, dan depan Setda Pemkab Banjar. Satpol PP Banjar juga bakal menggelar razia masker besar-besaran di Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar pada Rabu (21/10/2020) nanti.

Terkait warga yang sulit ditegakkan disiplin memakai masker ujar Wahyudi adalah warga yang biasanya mengaku alim dengan memakai peci dan aksesoris keagamaan lainnya.

"Mirisnya sebagian warga masih ada yang tidak percaya dengan Covid 19 ini, bahkan ada yang tidak mau diberi masker saat tidak memakai masker, nah ini yang biasanya kita beri pemahaman saat operasi yustisi agar percaya dengan Tuhan namun tetap menjalankan aturan pemerintah," jelasnya.

Selain melakukan razia khusus, Satpol PP Kabupaten Banjar juga menyisir daerah kerumunan di Kota Martapura. Jika melihat warga yang tak memakai masker petugas tak segan untuk memberikan teguran lisan. (Tribunkalteng.com/milna sari).

Penulis: Milna Sari
Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved