Berita Banjarmasin

Hilang Lebih dari 20 jam, Jenazah Wawan Mengapung di Tepian Sungai Barito Kalsel

Setelah dalam pencarian di beberapa titik lokasi, akhirnya jenazah Wawan ditemukan mengapung, di tepian Sungai Barito.

Tayang:
Penulis: Jumadi | Editor: edi_nugroho
Tribunkalteng.com/jumadi
Tampak beberapa anggota Basarnas dan relawan pada saat mengevakuasi korban tenggelam, Wawan (50). 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARMASIN-Setelah dalam pencarian di beberapa titik lokasi, akhirnya jenazah Wawan ditemukan mengapung, di tepian Sungai Barito.

Warga Jalan Ir PM Noor, Simpang Jagung, Kecamatan Banjarmasin Barat ini ditemukan persis di sekitar logpond, belakang PT Surya Satria Plywood Banjarmasin, Kamis (1/10) subuh sekitar pukul 05:40 Wita.

Jenazah ditemukan oleh beberapa relawan yang sedang melakukan patroli, dan menyusuri di tepian Sungai Barito.

Mereka (relawan) ini bersama Basarnas maupun water rescue Banjarmasin melakukan pencarian korban sejak Rabu (30/9) pagi hingga menjelang malam.

Setelah jenazah dievakuasi dari Sungai Barito, beberapa relawan langsung membawanya ke Kamar Mayat RSUD Ulin Banjarmasin.

Kasatpolair Polresta Banjarmasin, Kompol John Lois Letedera, Kamis (1/10) membenarkan korban tenggelam atas nama Wawan ditemukan hanya berjarak ratusan meter dari tempat dia jatuh.

Bawa Kabur Sepeda Motor dari Bengkel di Tabalong, Pria asal Tenggarong Dibekuk Tim Gabungan

Diberitakan sebelumnya, geger adanya seorang warga bernama Wawan (50) yang menceburkan diri ke Sungai Barito, depan pabrik semen, Selasa (29/9) semula menjadi ragu bagi jajaran Satpolair Polresta Banjarmasin maupun dari beberapa relawan.

Sebab sampai pada Selasa malam, tak satupun dari rekan maupun keluarga korban yang datang melaporkan kejadian itu ke Satpolair setempat. Sehingga informasi ini sempat menjadi simpang siur.

Namun menjelang tengah malam, barulah informasi itu dinyatakan positif. Korban adalah warga Jalan Ir PM Noor, Simpang Jagung Kelurahan Pelambuan, Kecamatan Banjarmasin Barat.

Korban terjun ke sungai karena kelotoknya terjepit diantara sampah di sungai. Posisi kelotok tak bisa bergerak, hingga korban terjun ke sungai. (Tribunkalteng.com/jumadi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved