Breaking News:

Berita Tala Kalsel

Harga Gas Melon di Tala Kalsel Dua Kali Lipat, Warga Keluhkan Ini

Harga eceran liquid petroleum gas (LPG) kemasan tiga kilogram di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), hingga kini masih lumayan m

Penulis: Fathurahman | Editor: edi_nugroho
Foto Diskominfo Tala
Warga Desa Pemalongan antusias membeli gas murah di lokasi operasi pasar di kantor desa setempat. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, PELAIHARI - Harga eceran liquid petroleum gas (LPG) kemasan tiga kilogram di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), hingga kini masih lumayan mahal.

Kalangan warga di daerah ini pun berharap operasi pasar terus dilanjutkan Pemerintah Kabupaten Tala. "Masih hampir dua kali lipat harga gas melon saat ini. Tolong lah operasi pasar gasnya dilanjut terus," ucap Syahril, warga Pelaihari, Rabu (23/9/2020).

Ia menuturkan harga gas melon (kemasan tiga kilogram) di kios eceran masih sekitar Rp 40-45 ribu. "Namanya perlu biar mahal ya tetap saja dibeli, apalagi kayak saya yang jualan gorengan," ucapnya.

Drainase Rawan Banjir Jalan Rajawali Palangkaraya Kalteng Mulai Dibenahi, ini Respons Warga

Mendagri MInta Satpol PP Jangan Main Pukul Saat Lakukan Penertiban Protokol Kesehatan

Satu tabung gas, sebutnya, hanya bertahan sekitar lima hari. Karena itu lonjakan harga yang sempat melambung tinggi beberapa pekan lalu benar-benar membuatnya pusing. Pasalnya harga harga dagangan tetap sama.

Kondisi itu menjadi atensi khusus Pemkab Tala. Tak lama setelah melonjaknya harga gas elpiji tiga kilogram, operasi pasar langsung digelar melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Perdagangan (Diskopdag).

Di Kota Pelaihari dan sekitarnya setidakmya lima kali operasi pasar digelar di tiap kelurahan serta di pinggiran kota di Desa Bumijaya. Harganya sesuai HET (harga eceran tertinggi) yakni Rp 19 ribu sehingga warga sangat antusias.

Selain itu juga beberapa kali digelar di kecamatan lain seperti di Takisung. Sebelumnya juga, sebelum terjadinya lonjakan harga, operasi pasar juga telah dilakukan di sejumlah kecamatan.

Setelah operasi pasar yang dilaksanakan guna menekan lonjakan harga--berakhir dua pekan lalu--kegiatan serupa saat ini kembali mukai digelar. Senin kemarin misalnya operasi pasar gas elpiji tiga kilogram dilaksanakan di kantor Desa Pemalongan, Kecamatan Bajuin.

Kegiatan itu dilaksanakan Diskoodag Tala, Bagian Perekobang Setda Tala, dan Tim Pengendali Inflasi Daerah Tala. Bekerjasama dengan agen gas elpiji, kegiatan itu digelar Senin kemarin. Jumlahnya sebanyak 280 tabung.

Salah satu warga Pemalongan, Sungkono, mengaku sangat terbantu asanya operasi pasar gas tersebut. "Apalagi sekarang kan dampak Covid masih terasa, penghasilan masih susah," akunya.

Dirinya beberapa waktu lalu sempat membeli LPG kemasan tiga kilogram seharga Rp 32.000. Sedangkan harga pada operasi pasar hanya Rp 19 ribu.

"Selisih harganya bisa buat beli sembako seperti gula," ujar Sungkono. (Tribunkalteng.com/idda royani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved