Breaking News:

Wabah Corona Kalsel

Kena Razia Masker di Kafe Banjarmasin Kalsel, Dhodik Hanya Sanggup Bayar Denda Rp20 Ribu

Dhodik Bella Saputra (18), warga Jalan Teluk Tiram Banjarmasin terjaring oleh petugas gabungan penegakkan Perwali 68 Tahun 2020.

Editor: edi_nugroho
Tribunkalteng.com/Muhammad Rahmadi
Giat penegakkan perwali 68 tahun 2020, di suatu Kafe Jalan Perdagangan, Kelurahan Pangeran, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (12/09/2020) malam. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARMASIN - Dhodik Bella Saputra (18), warga Jalan Teluk Tiram Banjarmasin terjaring oleh petugas gabungan penegakkan Perwali 68 Tahun 2020.

Dhodik kedapatan tidak sempurna memakai masker saat berada di satu kafe, Jalan Perdagangan, Kelurahan Pangeran, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Sabtu (12/09/2020).

Untuk itu petugas pun memberikan pilihan sanksi berupa denda sebesar Rp 100 ribu. Merasa keberatan dengan nominal itu Dhodik pun enggan membayar denda tersebut.

Polda Kalteng Turunkan AWC Lakukan Penyemprotan Desinfektan di Lokasi Rawan Covid di Palangkaraya

GTPP Palangkaraya Waspadai Klaster Keluarga dan Perkantoran, Terkonfirmasi Positif Capai 1.012 Orang

"Saya kan tadi ngopi, terus masker diturunkan ke bawah. Kalau Saya ngopi masa masker dipasang kan enggak bisa minum," katanya.

Setelah beberapa saat terjadi perdebatan, akhirnya Dhodik dan petugas mencapai titik kesepakatan. Dhodik bersedia membayar sanksi denda namun hanya sebesar Rp 20 ribu.

"Denda maksimal Rp 100 ribu, ternyata bisa jadi Rp 20 ribu karena katanya ada keringanan dari pihak petugas gabungan," ujarnya.

Sementara itu Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Kota Banjarmasin, Kasulan menjelaskan sanksi denda yang tertera di Perwali adalah jumlah maksimal.

Artinya pelanggar perwali dapat membayar denda sesuai dengan kemapuannya. Selain itu juga tersedia sanksi sosial bagi Mereka yang enggan untuk membayar denda.

"Maksimal Rp 100 ribu, bisa di bawah itu tergantung kemampuannya dan kami beri toleransi. Kalau enggak ada uangnya langsung ke sanksi sosial," ucap Kasulan.

Sanksi sosial yang di maksud Kasulan ialah membersihkan sampah di tempat fasilitas umum.

Dalam penegakkan perwali kali ini petugas menjaring sebanyak 18 remaja, mereka dinyatakan melanggar perwali sebab tidak sempurna memakai masker saat berada di luar rumah.
(Tribunkalteng.com/Muhammad Rahmadi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved