Breaking News:

Berita Kapuas

Upaya BPPRD Kabupaten Kapuas Mencapai Target Pendapatan Asli Daerah

Terjadi penurunan yang signifikan pada PAD Kabupaten Kapuas Kalteng sebagai akibat dari dampak pandemi Covid-19.

BPPRD KABUPATEN KAPUAS UNTUK TRIBUN KALTENG
Petugas Kantor Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, sedang melayani warga, Senin (7/9/2020). 

Editor: Alpri Widianjono

TRIBUN KALTENG.COM, KUALAKAPUAS - Pandemi Covid-19 yang melanda ekonomi global dan nasional,  turut berdampak terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), termasuk Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

"Ya, PAD Kapuas untuk tahun 2020 dari bulan Maret sampai dengan Agustus mengalami perlambatan," ucap Andres Nuah, Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Kapuas, membenarkan tentang terjadinya penuruan PAD tersebut, Senin (7/9/2020).. 

Dikatakan, hal ini memang sudah diprediksi. Oleh sebab itu, keluarlah beberapa ketentuan agar melakukan pemusatan kembali (reconfusing) anggaran untuk menyesuaikan dengan kondisi perekonomian, pendapatan, belanja dan untuk anggaran belanja dialihkan ke penanganan Covid-19.

Kemudian diungkapkannya pula, pada tahun 2019, PAD Kabupaten Kapuas cukup besar karena memang potensi pada saat itu besar.

Rumah Bhabinkamtibmas Direnovasi, Kapolsek Kapuas Barat Sebut Tujuannya untuk Ini

Layanan Pembuatan Paspor Kolektif di Kapuas Kalteng, Warga Tak Perlu Repot ke Palangkaraya

Berjudi di Poskamling, Empat Warga Kapuas Diamankan Polisi

SKB CPNS 2020 Kapuas Dilaksanakan di Beberapa Lokasi, Ini Harapan Kepala BKPSDM

Pada tahun 2020 kondisi yang normal, namun sudah ada penurunan. Ditambah dengan pandemi Covid-19, terjadi penurunan yang signifikan. 

Salah satu faktornya, BPPRD Kabupaten Kapuas terkendala karena tidak dapat turun ke lapangan.

Perhitungan atas PAD sampai dengan bulan Agustus 2020 ini mencapai 49 persen, dengan target awal untuk tahun 2020, yaitu sebanyak Rp 112,9 miliar, memang melambat dikarenakan masa pendemi Covid-19.

Dimana sampai saat ini target yang telah dicapai masih dengan angka 49 persen dengan PAD sebanyak Rp 54,8 miliar.

Namun pihaknya tetap berusaha agar dapat mengejar sisa 51 persennya lagi sampai akhir tahun 2020.

"Harapan kami selaku koordinator pendapatan daerah yang menjadi tanggung jawab Organisasi Perangkat Daerah  maupun kecamatan agar kita sama-sama untuk berkomitmen mengejar sisa PAD ini nanti," pungkasnya.

(Tribun Kalteng/Fadly SR)
 

Penulis: Fadly Setia Rahman
Editor: Alpri Widianjono
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved