Breaking News:

Berita Kalsel

Pemuda Tebing Siring Tanahlaut Kalsel Nekat Gantung Diri, Diduga karena Jujuran Rp 30 Juta

Tidak ada yang tahu pasti latar belakang Khairil Rozikin (28) mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Namun, diduga perkara uang jujuran Rp 30 Jut

istimewa
Pemuda Desa Tebingn Siring, Khairil Rozikin (28) ditemukan gantung diri di sebuah gubuk kecil. Diduga karena asmara. 

Editor : Hari Widodo

TRIBUNKALTENG.COM, PELAIHARI - Aksi Khairil Rozikin (28)  mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di pondok kebun kartnya di Desa Tebingsiring, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), menyisakan kesedihan mendalam pihak keluarga.

Apalagi selama ini tak ada permasalahan apa pun antara lajang berkulit sawo matang itu dengan keluarga.

"Saya sudah tanyai ibunya, juga saudaranya, tak ada masalah apa-apa sebelumnya," ucap Yoyok Wardoyo, kepala Dusun IV Desa Tebingsiring, Jumat (4/9/2020).

Karena itu, lanjutnya, pihak keluarga teramat terkejut dengan tindakan yang ditempuh Khairil yang memilih gantung diri untuk mengakhiri hidup.

Pemuda Tebingsiring Tanahlaut Kalsel Tewas Gantung Diri, Satpam Ini Sempat Sapa Pelaku

Siswi SMK Tewas Gantung Diri, Sempat Curhat ke Teman Orangtuanya Sering Bertengkar

Pagi tadi pukul 7.30 Wita seorang warga (Supri, security PT KJW) melihat tubuh lajang itu berdiri di pondok dengan leher terikat selembar selendang.

Berdasar keterangan yang dihimpun petugas kepolisian dari sejumlah saksi, gantung diri tersebut ditengarai ada kaitannya dengan permasalahan hati (asmara).

"Korban nekat gantung diri diduga ada memiliki permasalahan dengan kekasihnya terkait biaya untuk melangsungkan pernikahan sebesar Rp 30 juta," papar Kapolres Tala AKBP Cuncun Kurniadi melalui Kapolsek Pelaihari Ipda May Felly Manurung.

Dugaan permasalahan tersebut, lanjut Felly, sesuai penuturan saksi dari pihak keluarga. "Ihwal biaya pernikahan itu disampaikan oleh Safwan, paklik korban," sebutnya.

Diperkirakan biaya tersebut terlampau berat bagi korban sehingga menjadi beban pikiran. Apalagi pekerjaan lajang ini hanya penyadap karet yang hasilnya tak seberapa.

"Hal itu yang dimungkinkan korban menjadi kalut dan akhirnya nekat gantung diri," sebut Felly.

Mengenai hal itu, Kasun 1V Yoyok pun mengaku mendengarnya dari pihak keluarga.

Warga Mandomai Kapuas Geger Lansia Meninggal Diduga Gantung Diri

"Memang dengar-dengar ada masalah untuk rencana pernikahan. Semacam jujuran lah yang mungkin berat bagi alharmum untuk mencarikan uangnya," tandasnya.

Pada Jumat dinihari sekitar pukul 03.00 Wita, Khairil bertolak ke kebun karetnya di wilayah RT 15 RW 4 untuk menyadap getah karet. Ia membawa senter ikat kepala.

Saat pagi ia ditemukan warga telah gantung diri di pondoknya. (banjarmasinpost.co.id/idda royani)

Penulis: Idda Royani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved