Breaking News:

Berita Palangkaraya

Kondisi Mahasiswi dan Dosen UPR Korban Pembacokan Mulai Membaik

Mahasiswi dan Dosen FK UPR tersebut, dibacok oleh anak muda berinisial YA berumur 20 tahun yang sebelumnya pernah dirawat di rumah sakit jiwa

polresta palangkaraya
Elyani Mahasiswi korban pembacokan YA yang diduga mengalami gangguan kejiwaan di Kompleks Kampus UPR masih dirawat di RS Doris Sylvanus Palangkaraya 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Seorang mahasiswi dan dosen Universitas Palangkaraya (UPR) Kalimantan Tengah yang menjadi korban pembacokan menggunakan parang, di belakang kampus Fakultas Ekonomi, masih menjalani perawatan.

Korban yang mengalami luka bacok tersebut yakni mahasiswi UPR bernama Elyani, yang saat itu akan berangkat melakukan kuliah kerja nyata (KKN).

Ia menderita luka di bagian kepala sebelah kanan.

Pemprov Kalteng Akan Terapkan Sanksi Pelanggaran Protokol Kesehatan

Rumah Baim Wong Didatangi Banyak Orang yang Minta Bantuan, Paula Verhoeven Sampai Syok

Sedangkan Dosen UPR bernama Penyang menderita luka bacok di bagian pipi kanan dan lengan sebelah kiri.

Mahasiswi dan Dosen FK UPR tersebut, dibacok oleh anak muda berinisial YA berumur 20 tahun yang sebelumnya pernah dirawat di rumah sakit jiwa setempat.

Akibat perbuatanya yang belum diketahui penyebabnya tersebut, hingga, pelaku masih menjalani tahapan pemeriksaan di kepolisian Polresta Palangkaraya.

Pembacokan yang dialami Dosen dan Mahasiswi Universitas Palangkaraya (UPR) tersebut terjadi Senin (10/8/2020) lalu di Jalan Damang Salilah tepat di bagian belakang Fakultas Ekonomi UPR Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Kapolresta Palangkaraya, Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri, menyempatkan membesuk kondisi kedua korban yang saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Doris Sylvanus, Palangkraya.

Saat dijenguk Kapolresta Palangkaraya, kedua korban mulai membaik dan masih bisa berbincang dengan orang nomor satu di jajaran Polresta Palangkaraya.

Peristiwa nahas yang menimpa Dosen dab Mahasiswanya tersebut, membuat Penyang Dosen Pembimbing lapangan UPR tidak dapat melakukan aktivitas mengajar sebagai dosen, sedangkan Elyani yang juga jadi korban terpaksa tidak dapat mengikuti kegiatan KKN, karena menjalani perawatan di RSDS Palangkaraya.

Kapolresta Palangkaraya, Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri, Rabu (12/8/2020) mengatakan, pihaknya akan secepatnya mengusut kasus tersebut hingga tuntas, serta melakukan pemeriksaan kejiwaan pelaku penganiayaan, untuk mengungkap motif dan melanjutkan proses hukum yang berlaku.

"Proses hukum masih kami lakukan pelaku sudah diamankan," ujarnya.

tribunkalteng.com / faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved