Breaking News:

Berita Palangkaraya

Petugas Pos Perbatasan Palangkaraya Sering Dapati Surat Palsu Hasil Rapid Test

Perbuatan melanggar hukum membuat dokumen palsu bebas covid-19 untuk memudahkan perjalanan, makin marak di Kalimantan Tengah.

tribunkalteng.com/fathurahman
Petugas Pos Libas Palangkaraya, saat melakukan pemeriksaan dokumen setiap kendaraan dari luar yang ingin masuk ke Palangkaraya 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Masa pandemi covid-19 yang mewajibkan semua orang yang melakukan perjalanan darat antar provinsi atau menggunakan moda transportasi udara, laut menyertakan surat keterangan (Suket) bebas covid-19 atau bukti hasil pemeriksaan rapid test, mulai disalahgunakan.

Perbuatan melanggar hukum membuat dokumen palsu bebas covid-19 untuk memudahkan perjalanan, makin marak di Kalimantan Tengah.

Beberapa sopir atau warga yang kedapatan menggunakan Suket palsu tersebut, rata-rata mengaku karena biaya pembuatan Suket melalui rapid test maupun tes Swab menggunakan laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) di Rumah Sakit, sangat mahal.

Lima Pelaku Jaringan Pembuat Dokumen Rapid Test Palsu Diamankan Polres Kobar Kalteng

Jessica Jane Bongkar Perselingkuhan Ericko Lim, Listy Chan Langsung Dipecat EVOS Esport

Ketika ada yang menawarkan Suket murah untuk memudahkan perjalanan akhirnya dibeli.

Penggunaan Suket Bebas Covid-19 ini, juga banyak ditemukan oleh Petugas di Pos Lintas Batas (Libas) Taruna Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sebangau.

Mereka melakukan pengawasan di perbatasan pintu masuk jalan darat di Palangkaraya dan mendapatkan oknum sopir angkutan barang membawa surat keterangan (suket) palsu hasil rapid test bebas covid-19.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangkaraya, Alman P Pakpahan, Jumat (17/7/2020) membenarkan, ada saja sopir mobil truk angkutan barang, yang memasuki Kota Palangkaraya membawa Suket Palsu untuk mengelabui petugas jaga perbatasan.

Menurut Alman, oknum sopir yang menggunakan suket palsu tersebut ada yang dari kalangan perorangan ada juga sopir angkutan barang dari perusahaan jasa ekspedisi.

"Baru kemarin kami mendapatkan sopir dari Perusahaan Jasa Ekspedisi PT WJU di Jalan Yos Soedarso Telaga Biru Banjarmasin, Kalsel yang menggunakan Suket Palsu," ujarnya.

Alman mengatakan, ketika pihaknya melakukan pemeriksaan ada kejanggalan pada surat keterangan tersebut, yakni tanda tangan dokter penanggungjawab, merupakan hasil scan alias tidak asli.

"Kami konfirmasi ke Laboratorium Klinik Panasea Banjarmasin, ternyata pihak laboratorium membantah telah menerbitkan surat tersebut. Sopir pun mengaku tidak pernah melakukan pemeriksaan Rapid Test. Kami sudah laporkan ke polisi," ujarnya.

tribunkalteng.com/ Faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved