Berita Palangkaraya

Hot Spot Kalteng Capai 707 Titik, Pemprov Ajukan Raperda Sebagai Payung Hukum

Memasuki musim kemarau tahun 2020 yang puncaknya berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)

TRIBUNKALTENG.COM/FATURAHMAN
LAHAN-Lahan kering di Jalan baru terusan Jalan Sumekto Barat, menuju Simpang Kandan, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur ini, tampak mengering karena kemarau, dan rawan terbakar. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG, PALANGKARAYA - Memasuki musim kemarau tahun 2020 yang puncaknya berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan terjadi pada Bulan Juli hingga September 2020, sehingga perlu kewaspadaan sejak saat ini.

Pantauan di Kalimantan Tengah, hingga, Kamis (25/6/2020) kondisi udara di Kalteng masih bersih tidak terlihat adanya kabut asap dampak kebakaran lahan meskipun beberapa daerah sempat terjadi kebakaran lahan seperti di Sampit belum lama tadi, namun tidaklah sporadis yang menimbulkan kabut asap.

Usulkan Laboratorium Swab Mandiri, RSUD Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas Berharap Dikabulkan

Informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng hingga saat ini sudah terpantau sebayak 707 titik panas atau hotspot di Kalimantan Tengah, seiring mendekati puncak musim kemarau yang diperkirakan akan terjadi pada Juli hingga September 2020 mendatang, sehingga perlu adanya kewaspadaan semua pihak.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Kalteng Darliansyah, mengungkapkan, perlunya payung hukum dalam penegakan hukum, pemerintah Provinsi dan daerah hingga masyarakat untuk pencegahan karhutla yang mulai terjadi di Kalteng.

Rumah Mewahnya Seharga Rp 25 Miliar, Luna Maya Sampai Beri Syarat untuk Calon Suaminya Agar Pindah

“Kami memantau titik panas atau hot spot di Kalimantan Tengah, sudah terpantau sekitar 707 yang ada di berbagai daerah. Upaya sosialisasi kepada masyarakat untuk menekan karhutla terus dilakukan, karena saat ini memang harus maksimal melakukan pencegahan,” ujar Darliansyah.

Mengenai payung hukum, Darhliansyah menyebutkan Pemprov Kalteng sudah mengajukan raperda kepada Dewan Provinsi, saat ini tidak tinggal menunggu agar dijadikan perda saja yang nantinya akan dijadikan acuan payung hukum dalam pelaksanaan antisipasi karhutla di Kalteng.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangkaraya Catur Winarti, dalam rapat koordinasi karhutla, mengungkapkan, musim kemarau di Kalteng diperkirakan terjadi pada pertengahan Bulan Mei 2020 diawali dari Kabupaten Barito Selatan di Kecamatan Dusun Hilir bagian Selatan dan Kecamatan Jenamas kemudian menyebar keseluruh wilayah Kalteng pada akhir Bulan Juli 2020.

Digandrungi Teman Perempuan, Betrand Peto Ungkap Ini di Depan Ruben Onsu

BMKG Kalteng memperkirakan musim kemarau pada tahun 2020 ini secara keseluruhan terjadi di wilayah Kalimantan Tengah, puncaknya Bulan Juli hingga September 2020 mendatang. "Puncak musim kemarau di Kalteng diperkirakan terjadi dari Bulan Juli sampai dengan September 2020," ujarnya. (Tribunkalteng.com / faturahman).

Penulis: Fathurahman
Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved