Berita Palangkaraya
40 Persen Pasokan Ayam di Kalteng Berasal dari Peternak Kalsel
Pakan ternak ayam hingga Day Old Chick (DOC) atau bibit ayam pun semuanya masih tergantung dengan peternak besar di Kalsel.
Penulis: Fathurahman | Editor: Edinayanti
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pasokan ayam potong di Kalimantan Tengah, khususnya, Palangkaraya dan kabupaten sekitarnya, masih sangat tergantung dengan peternak besar di Kalimantan Selatan.
Pasokan peternak lokal di Kalteng belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi lokal.
Bukan hanya pasokan ayam yang siap dijual, untuk pakan ternak ayam hingga Day Old Chick (DOC) atau bibit ayam pun semuanya masih tergantung dengan peternak besar di Kalsel.
Kondisi inilah yang menyebabkan sejak puluhan tahun lalu Kalteng belum bisa mandiri dalam hal peternakan ayam potong.
• Pasokan Sempat Tertahan, Harga Ayam Potong di Pasar Tradisional Palangkaraya Melambung
• WASPADA Gigitan Kutu Kucing! Bocah di Sragen Panas Tinggi Lalu Meninggal Dunia
Hal itu ditambah ada permainan spekulan yang sangat besar peranannya dalam menaikkan harga ayam dalam kondisi tertentu.
Penjual daging ayam di Sampit, Rusman, mengatakan, dalam menentukan harga ayam juga tergantung dari harga yang ditetapkan oleh pemasok, mengikuti mekanisme pasar sehingga.
"Kami menjual ayam ke pelanggan tentu juga ingin cari untung, meski sedikit," ujarnya, Jumat (29/5/2020).
Kepala Perhimpunan Perunggasan Indonesia (Pinsar) Kalimantan Tengah, Andi Bustan, mengakui, ketergantungan itu sangat tinggi, karena pakan maupun bibit ayam juga dipasok dari peternak besar ayam di Kalsel.
Ketika ada boikot, pihaknya juga kesulitan beternak, karena pakan dan bibit dari peternak Kalsel.
Apalagi sebut Andi, jika jalan masuk ayam ke Kalteng terkendala sehingga pasokan tidak lancar akan sangat berpengaruh dengan harga ayam yang dijual di Pasar Palangkaraya dan kabupaten sekitarnya.
"Kami bersama asosiasi terus berupaya menjalin kerjasama dengan peternak Kalsel agar pasokan ayam lancar masuk Kalteng," ujarnya.
Bukan apa -apa sebut Andi, jumlah peternak ayam Kalteng sedikit, dan produksi ayam dari peternak di Kalteng juga terbatas sehingga belum bisa memenuhi kebutuhan secara total untuk konsumsi ayam warga Kalteng.
"Ada sekitar 40 persen pasokan ayam Kalteng memang berasal dari Kalsel, kita hanya bisa memenuhi selebihnya, " ujarnya lagi.
Pemerintah Kota Palangkaraya maupun Provinsi Kalteng sebenarnya sudah berupaya untuk mendatangkan investor besar ke Kalteng agar Kalteng mandiri dalam hal produksi ayam potong.
Namun masih terkendala dengan pakan ayam, terutama jagung sebagai bahan bakunya yang masih minim di Kalteng.
Sampai saat ini ketergantungan ke Peternak Kalsel masih tinggi.
tribunkalteng.com/ Faturahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/pedagang-ayam-di-pasar-kahayan-palangkaraya_20180904_183145.jpg)