Wabah Corona di Kalteng
Tokoh Masyarakat Tanggapi Rencana Penerapan New Normal di Palangkaraya
Rencana penerapan New Normal di Palangkaraya ini, banyak mendapat kekhawatiran kalangan masyarakat Kota Cantik.
Penulis: Fathurahman | Editor: Edinayanti
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, termasuk satu daerah yang akan diterapkan New Normal atau tatanan kehidupan baru di tengah Pandemi Covid-19 di Indonesia.
Sejumlah kalangan masyarakat setempat meminta adanya pengkajian mendalam sebelum diberlakukan.
Rencana penerapan New Normal di Palangkaraya ini, banyak mendapat kekhawatiran kalangan masyarakat Kota Cantik.
Jumlah sebaran Covid-19 di Kalteng masih tinggi, terutama di Palangkaraya.
• Tiga Orang Reaktif, Ratusan Pedagang PPM Sampit Ikut Rapid Test
• Ini Rasanya Berenang di Danau Beracun yang Terlihat Indah, Simak Cerita dan Faktanya
• Cara Kalibrasi Arah Kiblat saat Matahari di Atas Kabah pada Akhir Mei 2020 Ini
Ketua DPW PKS Kalteng, H Heru Hidayat, Kamis (27/5/2020) mengatakan, rencana penerapan new normal harus dikaji secara mendalam dengan kajian ilmiah dan lebih pada substansi penyelesaian secara terukur, terstruktur dan teratur.
"Karena saat ini ada trend kenaikkan penyebaran Covid-19 di Palangkaraya," ujarnya.
Data Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Kalimantan Tengah per tanggal 27 Mei 2020, pagi, Pasien Positif Covid-19 berjumlah 329 orang ada penambahan 8 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) 64 orang, orang dalam pantauan (ODP) 221 orang, sembuh 157 orang, penambahan 5 orang, meninggal 17 orang.
Pasien positif Covid-19 di Palangkaraya, 95 orang ada penambahan 7 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) 12 orang, sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 93 orang, sembuh 51 orang, meninggal 3 orang.
"Ini terus mengalami penambahan," ujarnya.
Mantan anggota DPRD Kalteng ini, mengatakan, poin yang harus diantisipasi dan disiapkan secara terukur, terstruktur dan teratur oleh pemerintah daerah ungkap aktivis sosial dan kemanusian ini, karena new normal sebaiknya pada saat pandemi mulai terkendali, tingkat pertambahan kasus yang rendah, dan tingkat penularan yang rendah.
"Sehingga, fokus menambah tingkat kesembuhan pasien Covid-19 dan terus mengurangi jumlah pasien positif Covid-19 di masyarakat. Artinya kurva harus dalam kondisi minimal melandai terlebih dahulu. Jika perlu dilakukan rumusan untuk mengukur tingkat penularan yang disusun para ahli epidemiologi atau disebut "reproduction number" menjadi indikator keberhasilan penanganan Covid-19 saat awal, sekarang dan prediksinya," ujarnya.
Demikian juga dengan kemampuan data dan pemetaan yang akurat/detail dalam sebaran dan penanganan pandemi Covid-19 di masyarakat.
Diperlukan test yang masif, sehingga angka dan pola sebarannya terukur sehingga memudahkan untuk pemetaan (mapping) dan tata laksana.
"Maka diperlukan ketersedian alat rapid test yang cukup dan tingkat akurasi yang teruji, dan test swab," ujarnya lagi.
Sosialisasi dan pelibatan para pihak secara masif seperti tokoh masyarakat, pemuda dan jejaring Rukun Tetangga dalam penerapan protokol kesehatan.
"Ini, sangat penting melakukan komunikasi intensif, sosialisasi ke tokoh masyarakat, dan menjadikan mereka sebagai role model/duta/ speaker," ujarnya lagi.
tribunkalteng.com / faturahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/ketua-pks-kalteng-heru-hidayat_20180811_164613.jpg)