Berita Palangkraya

Marbot, Anak Yatim dan Duafa Dapat Sembako dari DMI Kota Palangkraya

Sembako dari DMI Palangkaraya berisi beras, gula, minyak goreng, teh dan mi instan ini diharapkan bermanfaat bagi mereka yang terdampak Covid-19.

ISTIMEWA
Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD-DMI) Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah, menyalurkan paket sembako. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA -  Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD-DMI) Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah, menyalurkan 700 paket sembako.

Sasarannya adalah para marbot, ustaz, ustazah, kaum duafa dan anak yatim yang terdampak virus corona atau Covid-19.

“Sembako berisi beras, gula, minyak goreng, teh dan mi instan ini diharapkan bermanfaat bagi mereka. Sembako dibagikan kepada kaum atau marbot dan ustaz serta ustazah berjumlah 412 orang. Sisanya, diserahkan ke kaum duafa dan anak yatim di panti asuhan," ujar Ketua Harian H Rus’ansyah, mewakili Fairid Naparin Ketua PD DMI Kota Palangkaraya, Senin (4/5/2020).

Rus'an mengatakan, pembagian paket sembako tersebut dapat terealisasi dari pemanfaatan dana hibah DMI yang diberikan Pemerintah Kota (Pemko) Palangkaraya.

"Ini, termasuk sumbangan donatur dinas atau badan untuk paket Ramadan, serta 200 paket dari Wali Kota Palangka lraya,"  ujarnya.

Cegah Penyebaran Covid-19, Polisi Palangkaraya Cegat Warga Tak Pakai Masker

Pembangunan Fisik Hampir Selesai, RSDS Palangkaraya Segera Realisasikan Laboratorium Covid-19

Takut Terpapar Covid-19, Ibu Hamil Waswas Periksa ke RSDS Palangkaraya, ini Penjelasan Rumah Sakit

Dijelaskan dia, selain membagikan paket sembako, pihaknya juga melakukan penyemprotan disinfektan ke masjid-masjid lembaga pendidikan atau lembaga sosial serta rumah-rumah penduduk.

“Kami juga menyalurkan alat pelindung diri atau APD berupa 5.000 masker yang merupakan bantuan dari Pimpinan Wilayah (PW) DMI Kalteng dan penyaluran alat semprot ke DMI kecamatan,” ujarnya.

Rus’an mengharapkan aksi sosial tim relawan Covid-19 DMI ini dapat mengurangi dampak sosial yang terjadi di tengah masyarakat.

"Kami berharap agar masyarakat mengisi amaliah ramadan dan tadarus Al-Qur’an bersama keluarga di rumah saja, menjaga jarak fisik antar warga, rutin melakukan penyemprotan cairan disinfektan, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir," ujarnya.

(Tribun Kalteng/Faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Alpri Widianjono
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved