Kriminal Kalteng

Curi Laptop Madrasah, Gerandong Dibekuk Polsek Kahayan Kuala

Suriadi alias Gerandong (24) rupanya tak jera pernah meringkuk di balik jeruji tahanan.

Penulis: Fadly Setia Rahman | Editor: edi_nugroho
Foto Polsek Kahayan Kuala
Dua pelaku tindak pidana pencurian (duduk) yang diamankan jajaran Polsek Kahayan Kuala, Kalteng. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG, KUALAKAPUAS - Suriadi alias Gerandong (24) rupanya tak jera pernah meringkuk di balik jeruji tahanan.

Warga Kecamatan Kahayan Kuala itu kembali berurusan dengan hukum karena jerat tindak pencurian di sebuah madrasah di wilayah Kecamatan Kahayan Kuala, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Diketahui, ia bersama rekannya, Gupri (24), yang juga warga setempat, membobol Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Pulang Pisau di Desa Bahaur Hilir, Kecamatan Kahayan Kuala, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng.

Kedua pelaku menggondol empat laptop, satu proyektor dan dua speaker di sekolah tersebut saat Minggu (26/4/2020).

PC NU Kapuas Sosialisasikan Pencegahan Covid-19, Ini yang Disampaikan

Mereka mencuri barang milik sekolah tersebut dengan cara membobol dinding bagian depan kantor pada bagian bawah jendela depan.

Tindak pencurian ini langsung ditindaklanjuti oleh jajaran Polsek Kahayan Kuala.

Dua pelaku itu pun dibekuk, Selasa (28/4/2020). Penangkapan dipimpin Kapolsek Kahayan Kuala, Iptu Memet.

"Pelaku Suriadi ini merupakan residivis dan pernah masuk penjara sebanyak dua kali," kata Kapolres Pulang Pisau AKBP SIswo Yuwono BPM melalui Kapolsek Kahayan Kuala, Iptu Memet, kepada Tribunkalteng.com, Rabu (29/4/2020).

Memet mengungkapkan, saat hari kejadian, pelapor Kepala MIN 3 Hj Marwiyah mendapat informasi, sekitar pukul 20.30 WIB, bahwa saat penjaga sekolah melakukan kontrol lingkungan, melihat dinding bagian depan kantor di bawah jendela depan telah rusak karena dibobol.

Selanjutnya, penjaga sekolah masuk ke ruangan kantor dan melihat dalam keadaan berantakan.

Gubernur Kalteng Titikan Air Mata Wali Kota Palangkaraya Tertular Covid-19

Kemudian, melihat pintu ruangan kepala sekolah terbuka, dan melihat lemari kepala sekolah juga terbuka.

Setelah dilakukan pengecekan, sejumlah barang, di antaranya laptop, proyektor dan dua speaker hilang.

Akibat kejadian itu, kerugian yang dialami pihak madrasah ditaksir mencapai Rp 25 juta.

"Tindak pencurian tersebut langsung kami tindaklanjuti dan akhirnya bisa amankan dua pelaku beserta sejumlah barang bukti," bebernya.

Dimana, lanjutnya, dari tangan para pelaku, diamankan lima laptop, proyektor dan perlengkapan proyektor serta dua speaker.

"Saat ini kedua pelaku sedang kami lakukan penyidikan guna proses lebih lanjut. Pelaku akan kami kenakan pasal 363 ayat (1) ke-4 dan ke-5 KUHPidana dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara," pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Fadly Setia Rahman)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved