Kriminalitas Regional

Rekam Polwan Lagi Mandi, Kapolda Sumut Berang, Bripka RA 'Diarak' untuk Mengakui Dosa-dosanya

Rekam Polwan Lagi Mandi, Kapolda Sumut Berang, Bripka RA 'Diarak' untuk Mengakui Dosa-dosanya

Editor: Didik Trio
KOMPAS.COM/MEI LEANDHA ROSYANTI
Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin mengatakan, semua pelanggaran disiplin yang dilakukan anggota Polri harus ada sanksinya, Rabu (8/1/2020). 

TRIBUNKALTENG.COM, MEDAN – Brigadir Kepala RA yang bertugas di Personel Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumatera Utara (Sumut) melakukan perbuatan tak terpuji dan memalukan rekan seprofesinya.

Bripka RA mengintip dan merekam video seorang polisi wanita (polwan) di Polda Sumut yang sedang mandi.

Akibat perbuatan Bripka RA ini, sang polwan merasa dipermalukan dan melaporkan perbuatan rekannya itu ke Polda Sumut.

Namun, agar pemasalahan tidak berkepanjangan, sang polwan pun mencabut laporannya.

Namun, akibat perbuatan yang tidak sepantasnya di lakukan pengayom masyarakat itu, Kapolda Sumut Inspektur Jenderal Martuani Sormin menjadi berang dan menjatuhkan hukuman untuk efek jera dan menjadi pelajaran bagi jajarannya.

Indonesia Loloskan 5 Wakil, Anthony Ginting Tersingkir, Inilah Rekap Hasil Malaysia Masters 2020

Setelah Bunuh Bundanya dengan Mandau, Anak Durhaka di Kotim Ini dengan Tenang Mengumumkan di Masjid

YouTube Resmi Ubah Aturan Konten Anak di Seluruh Dunia, Hati-hati Berdampak pada Iklan

Selain perbuatan Bripka RA, yang membuat Kapolda Sumut Inspektur Jenderal Martuani Sormin marah akibat perbutan anggotanya yang mengkonsumsi narkoba seperti yang dilakukan Inspektur Satu AY yang sehari-hari bertugas di Maporestabes Medan.

Iptu AY terbukti mengkonsumsi sabu berdasarkan hasil tes urine yang dilakukan saat kapolda melakukan pemeriksaan pasukan.

Saat itu, Kapolda curiga dengan gerak-gerik AY. Urine AY terbukti mengandung methampethamine, dan AY mengaku mengonsumsi sabu karena merasa sering letih saat menjalankan tugas.

"Kalau ada alat bukti yang ada sama dia, saya pastikan kita pecat dia, jatuhi hukuman PTDH. Sejak saya ada di sini, tidak ada toleransi untuk narkotika, baik kepada masyarakat maupun anggota Polri. Baru dua orang uji coba kita, shock therapy, kalau mau coba-coba, rekan-rekan juga boleh coba," tegas Kapolda Sumut Inspektur Jenderal Martuani Sormin.

Sejak menjabat sebagai Kepala Polisi Daerah Sumatera Utara pada 17 Desember 2019 lalu, Inspektur Jenderal Martuani Sormin mengaku, semua pelanggaran disiplin yang dilakukan anggota Polri harus ada sanksinya.

Biasanya, para pelanggar akan masuk sel khusus selama seminggu, 14 hari, atau 20 hari sesuai keputusan sidang kode etik dan disiplin.

Namun sesuai pengalamannya 32 tahun menjadi anggota Polri, Martuani menilai bahwa penempatan khusus kurang memberi efek jera.

Dia memulai terobosan sewaktu menjabat kapolda Papua dengan menerapkan sanksi sosial bagi anggotanya yang melanggar.

Mereka dipakaikan seragam khusus dan menyampaikan pengakuan kepada seluruh satuan kerja (satker) tentang perbuatan yang dia lakukan dan berjanji tidak akan mengulanginya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved