Video Travel

NEWSVIDEO - Serunya Menelusuri Objek Wisata dan Hutan Konservasi Taman Nasional Sebangau Kalteng

Berpetualang menyusuri Taman Nasional Sebangau memang mengasyikkan saya dari Media Banjarmasinpost.co.id / TribunKalteng.com

TRIBUNKALTENG.COM, KATINGAN - Berpetualang menyusuri Taman Nasional Sebangau memang mengasyikkan saya dari Media Banjarmasinpost.co.id / TribunKalteng.com berkesempatan diajak oleh Badan Restorasi Gambut (BRG) menelusuri Taman Nasional Sebangau di Kabupaten Katingan.

TN Sebangau wilayahnya cukup luas hingga mencapai sekitar 568.700 hektare, yang masuk dalam tiga daerah administrastif yakni Kabupaten Katingan, Kabupaten Pulangpisau dan Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Bersama dengan kawan media lainnya di Palangkaraya , Kalimantan Tengah, dari Palangkaraya, menggunakan minibus, kami bertolak ke arah Kabupaten Katingan menempuh jarak sekitar dua jam setengah hingga tiba di Dermaga Kelotok di Desa Baun Bango Kecamatan Kamipang, Kabupaten Katingan, Kalteng.

INNALILAHI, Lina Mantan Istri Sule Meninggal Dunia, Manajer Ayah Rizky Febian Sebut Ini ke Publik

Putri Marino Trending Twitter, Gara-gara Buku Kumpulan Puisi Poem PM, Istri Jerikho Banyak Dicela

RAMALAN ZODIAK Hari Ini Sabtu 4 Januari 2020: Virgo Tak Mau Berpura-Pura, Libra Saatnya Bilang Cinta

Sesampai di dermaga kelotok Desa Baun Bango tersebut, untuk menuju lokasi Taman Nasional Sebangau, tepatnya di Camp Punggualas, diperlukan lagi naik Kapal Wisata Susur Sungai atau Longboat ke lokasi dengan menyusuri Sungai Katingan.

Menyusuri sungai dari dermaga menuju lokasi memerlukan waktu sekitar satu jam.

Dalam perjalanan kita bisa menikmati pemandangan hutan alami yang ada di sepanjang perjalanan juga banyak spot-spot untuk pemancingan ikan, karena lokasi pinggiran Sungai Katingan ada warga yang datang untuk memancing.

Satu jam perjalanan naik kapal susur Sungai, tibalah di dermaga Punggualas, merupakan kawasan TN Sebangau yang dikelola oleh masyarakat Desa Keruing yang ada di sekitar TN Sebangau, Katingan.

Singgah di dermaga, perjalanan menuju camp Punggualas masuk dalam kawasan hutan konservasi. Dari sini, kami kembali melanjutkan perjalanan lewat jalan setapak sekitar 1.200 meter atau satu kilometer lebih memasuki hutan TN Sebangau, hingga sampai di Camp Talali, merupakan satu tempat untuk rehat pengunjung yang datang ke lokasi hutan konservasi ini.

Lokasi wisata air hitam Dermaga Kereng Bengkirai juga dilengkapi panggung yang dirancang untuk event hiburan tertentu.
Lokasi wisata air hitam Dermaga Kereng Bengkirai juga dilengkapi panggung yang dirancang untuk event hiburan tertentu. (tribunkalteng.com/faturahman)

Belum tuntas sampai disitu, kami harus melajutkan perjalanan lagi menuju camp inti Punggualas menempuh jarak sekitar satu jam perjalanan mengguakan kelotok bermesin alkon milik masyarakat dengan perjalanan melalui abak sungai di dalam kawasan TN Sebangau.

Wisata Air Hitam Sungai Sebangau, Dermaga Kereng Bengkirai Palangkaraya.
Wisata Air Hitam Sungai Sebangau, Dermaga Kereng Bengkirai Palangkaraya. (tribunkalteng.com/faturahman)

Petualangan menelusuri TN Sebangau ini, penuh tantangan, karena dalam menelusuri anak sungai dalam kawasan TN Sebangau ini hanya menggunakan kelotok berpenumpang paling banyak empat orang, karena ketinggian air dari dasar hanya sekitar satu meter saja.

"Jika airnya surut maka kelotok tidak bisa lewat, sehingga untuk bisa sampai ke lokasi Camp Pungulas, dicari pada saat air sungai pasang, karena jika surut bisa terjebak ditengah hutan, karena airnya dangkal," ujar Sulaiman salah satu motoris kelotok.

Tantangan naik kelotok ini, juga tampak sepanjang perjalanan menyusuri anak sungai, karena banyak menemui ranjau kayu yang dipasang dalam hitungan jarak sekitar 30 meter , untuk menghalau air agar tidak mudah surut sehingga kelotok bisa lewat jalur tersebut.

Sepanjang anak sungai ini, banyak terdapat orangutan yang badannya cukup besar hingga sebesar badan manusia dewasa yang bergelantungan dipepohonan TN Sebangau sepanjang, anak sungai tersebut, juga banyak banatang buas seperti ular maupun biawak di lokasi tersebut, sehingga harus berhati-hati.

Hingga satu jam perjalanan akhirnya kami sampai di camp peristirahatan Punggualas TN Sebangau untuk menjalankan misi BRG dalam mengenalkan Hutan Rawa Gambut di lokasi tersebut bersama para mahasiswa dan peneliti dari sejumlah Provinsi di Indonesia. (banjarmasinpost.co.id /faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved