Ada Gubernur Diduga Simpan Uang Rp 50 Miliar di Kasino Luar Negeri

Kiagus mengatakan, penempatan dana di luar negeri merupakan salah satu modus yang kerap digunakan dalam tindak pidana pencucian uang.

Ada Gubernur Diduga Simpan Uang Rp 50 Miliar di Kasino Luar Negeri
Kompas.com
Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Kiagus Ahmad Badaruddin di Jakarta, Kamis (10/8/2017). 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Pertemuan antara Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dengan Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Kiagus Badaruddin, di kantor Kemendagri, Jumat (20/12/2019), mengungkap adanya indikasi seorang gubernur diduga simpan uang Rp 50 miliar di kasino luar negeri.

Pertemuan itu bertujuan untuk membahas kerja sama kedua lembaga.

Namun, ada pembahasan lain yang turut dibicarakan.

Yakni, soal kepala daerah yang simpan uang di kasino luar negeri.

Seusai pertemuan, baik Tito maupun Kiagus, tetap merahasiakan identitas kepala daerah yang dimaksud.

Semua Tahapan Pilkada Rawan Permainan Uang, Ini Celah Kecurangan yang Diwaspadai PPATK

Conor McGregor Olok-olok Khabib dengan Sebutan Tikus Kecil, Tanda Rematch McGregor Vs Khabib?

31 Anakan Kobra Bersarang di Bawah Sajadah Imam Mesjid, Jemaah Sholat Ashar Geger

Menurut Tito, Kemendagri maupun PPATK tak punya kewenangan mengusut temuan mengenai kepala daerah yang menyimpan uangnya di kasino.

Sehingga, mereka menyerahkan hal itu kepada penegak hukum soal ada tidaknya potensi pelanggaran hukum.

”Saya sebagai mantan Kapolri paham bahwa Mendagri itu bukan aparat penegak hukum."

"Hasil dari PPATK itu sifatnya intelijen. Intelijen itu artinya perlu klarifikasi."

"Yang bisa mengklarifikasi itu adalah aparat penegak hukum, mulai dari kepolisian, kejaksaan, dan KPK,” kata Tito Karnavian.

Halaman
1234
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved