Kabar Kalsel

Dalam Dua Pekan, Puluhan Puluhan Siswa SMPN 4 Banjarbaru Terserang Hepatitis A

Pihaknya melihat dari matanya, dan kondisi siswa. Bila sudah ada terindikasi langsung kita sampaikan kepada orangtuanya.

Dalam Dua Pekan, Puluhan Puluhan Siswa SMPN 4 Banjarbaru Terserang Hepatitis A
shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARBARU - Kasus siswa yang terjangkit hepatitis A di Banjarbaru mulai mengkhawatirkan.

Dalam dua pekan terakhir, tercatat sudah ada 53 siswa yang diketahui sudah terjangkit penyakit menular ini.

Wakasek Kesiswaan SMPN 4 Banjarbaru Jarot Santosa mengatakan kasus ini sudah terjadi sekitar dua pekan lalu. Total sampai sekarang 53 siswa yang orangtuanya sudah melapor.

"Awalnya, Jumat lalu, kami mendapatkan informasi dari Orangtua siswa, ada delapan siswa yang opname dan menjalani rawat jalan karena penyakit Hepatitis," katanya, Jumat, (6/12/2019).

Tamara Bleszynski Tutup Warung Teh Manis di Bali, Ada Teror Segerombolan Orang Depan Rumah

Pengusaha Super Kaya Surabaya Tertipu Broker PT Antam, Beli Emas 7.071 Kg Senilai Rp 3,5 T

Hasil Kalteng Putra vs Madura United, Babak Pertama Laskar Isen Mulang Tertinggal 1-2

Selanjutnya pihaknya melakukan koordinasi dengan puskesmas Landasan Ulin menyampaikan bahwa di sekolahnya ada kasus itu.

Pada Senin, (2/12/2019) selanjutnya pihak puskesmas melakukan edukasi terkait dengan pengakit Hepatitis baik pencegahan dan penularannya. Termasuk dilakukan pendataan kepada para siswa yang mengalami gejala itu.

"Saat itu terdata ada 31 siswa. Dilakukan cek darah pada Selasa, (3/12/2019). Namun yang sempat dicek hanya 20 siswa. Dan semuanya positif," lanjutnya.

Setelah itu, sore sampai malam hari banyak orangtua siswa yang melaporkan bahwa anaknya juga terjangkit Hepatitis melalui pesan SMS.

"Jadi total ada 53 siswa sampai saat ini yang orangtuanya melapor. Mereka meminta surat izin anaknya tidak masuk sekolah," ujarnya lagi.

Disebutkanya bahwa para siswa yang mengalami gejala itu diminta untuk beristirahat dan cepat cepat dibawa berobat.

Pihaknya melihat dari matanya, dan kondisi siswa. Bila sudah ada terindikasi langsung kita sampaikan kepada orangtuanya.

Dari siswa yang terindikasi, dikatakanya merata dari berbagai kelas baik kelas 1, 2 dan 3 dengan jumlah hampir merata.

"Ada total 925 siswa dengan 30 kelas di sekolah kita. Untuk siswa yang belum mengikuti ulangan akan melakukan susulan," tambahnya. (banjarmasinpost.co.id/aprianto)

Penulis: Aprianto
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved