Breaking News:

Pengajian Menyimpang di Mamuju, Bayar Rp 700 Ribu Melihat Tuhan Lewat Cahaya

Kelompok pengajian tersebut diduga mengajarkan beberapa paham sesat seperti mengajarkan jemaahnya bisa melihat Tuhan melalui cahaya.

Editor: Mustain Khaitami
KOMPAS.com/JUNAEDI
Polda Sulbar meminta Kementerian Agama di Mamuju, Sulbar, melalui surat edaran untuk mengawasi kelompok pengajian yang diduga menyimpang karena mengajarkan melihat Tuhan melalui cahaya. Jumlah pengikut ajaran ini diperkirakan 100 orang. 

TRIBUNKALTENG.COM, MAMUJU – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) menerima pengaduan warga soal adanya kelompok pengajian yang mengajarkan pengikutnya untuk melihat Tuhan melalui cahaya.

Terkait laporan itu, MUI meneruskannya ke pihak kepolisian, lalu Polda Sulbar pun bersama pihak Kementerian Agama (Kemenag) mengeluarkan surat edaran untuk melakukan pengawasan terhadap kelompok pengajian tersebut.

Polda Sulbar juga meminta Kemenag untuk melakukan pembinaan kepada kelompok jemaah pengikut ajaran yang diduga menyimpang tersebut.

Namun, baik polisi maupun MUI dan Kemenag belum meminta keterangan dari koordinator kelompok tersebut.

Berkedok Ajaran Tarikat, Puang Lalang Tebarkan 13 Kesesatan dan Jual Kartu Surga Rp 50 Ribu

Daftar Nama Bayi Perempuan Islami Berikut Artinya, Dari A sampai Z

Ditunda Pengumuman Seleksi CPNS 2019 untuk Formasi Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Ini Cara Daftarnya

Hal itu disampaikan oleh Ketua MUI Kabupaten Mamuju Namru Asdar, Selasa (19/11/2019).

Dia menyampaikan, MUI Kabupaten Mamuju menerima tiga laporan warga soal kegiatan kelompok pengajian ini.

Ajaran menyimpang

Dari laporan tersebut, kelompok pengajian ini diketahui melakukan pengajian dari rumah ke rumah. Sekali pengajian, ada belasan orang yang mengikuti.

Kelompok pengajian tersebut diduga mengajarkan beberapa paham sesat seperti mengajarkan jemaahnya bisa melihat Tuhan melalui cahaya.

Kemudian dalam melaksanakan shalat, jamaah tidak harus menyebut kata Allah.

Laporan warga lain juga menyebutkan, jamaah yang ingin bergabung ke kelompok ini wajib membayar biaya tertentu untuk melihat Tuhan.

Biayanya antara Rp 300.000 hingga Rp 700.000 per orang.

“Yang melaporkan warga, tapi MUI belum meminta keterangan dari semua pihak baik pengikutnya maupun koordinatornya,” kata Namru Asdar.

Kabar yang diterima MUI Kabupaten Mamuju, pengikut kelompok pengajian ini sudah mencapai 100 orang yang tersebar di sejumlah kecamatan di Mamuju.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved