Bertelanjang Dada di Google Maps, Pria Ini Bikin Heboh, Ini Kata Menkominfo

Sebuah foto pria asing bertelanjang dada muncul di peta Kota Banda Aceh melalui mesin pencari Google maps.

Kompas.com
Warga Banda Aceh dihebohkan atas foto pria bertelanjang dada jika membuka peta kota Banda Aceh melalui Google Maps, ini tanggapan Johnny G Plate. 

TRIBUNKALTENG.COM - Sebuah foto pria asing bertelanjang dada muncul di peta Kota Banda Aceh melalui mesin pencari Google maps.

Fenomena foto pria asing yang bugil atau tanpa busana di dalam peta Banda Aceh ini berisikan pesan untuk memprotes hukum syariah yang diterapkan di Provinsi Aceh.

Foto bugil seorang pria ini tampak diambil di lokasi yang terbuka.

Foto tersebut diambil bulan Oktober 2019.

Foto tersebut, masuk ke bagian street view jalan Tm Pahlawan.

Angelina Jolie Dievakuasi ke Luar Pulau, Ada Bom dari Lokasi Syuting Film The Eternals

Operasi Zebra Telabang 2019, Ini Dominasi Pelanggaran Lalulintas di Palangkaraya

Kalteng Putra vs PSM Makassar, Head to Head dan Misi Sang Mantan

Dalam keterangan gambar, terlihat di telapak tangan sebelah kiri pria tersebut tertulis kalimat “Protest Syari’a Law".

Dilansir tayangan Kompas TV, Senin (5/11/2019), Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate mengemukakan tanggapannya terkait fenomena yang terjadi di Kota Banda Aceh tersebut.

Johnny G Plate akan menindak lanjuti terkait laporan pria asing tanpa busana yang muncul dalam aplikasi Google Maps.

Ia menilai cara yang dilakukan pria asing itu untuk memprotes hukum syariah di Kota Banda Aceh menyalahi aturan karena tidak sesuai dengan adat istiadat di Aceh.

Kementerian Informasi dan Komunikasi menegaskan akan menutup foto pria asing yang bertelanjang dada tersebut jika ada pelanggaran dan menuntutnya.

x
Heboh, Pria tanpa Busana Muncul di Google Map untuk Pencarian 'Aceh', Hilang Setelah Dilapor Netizen. (Serambinews.com) (Tribunnews.com)

“Kita akan melihat, itu ada dua tindakan, yang satu adalah ekspresi tindakanya, substansinya apa. Jika ada unsur saranya itu kewenangan lembaga lain yang akan mengambil langkah-langkah,” ujar Johnny G Plate.

Johnny G Plate juga menambahkan, jika melihat dari sudut pandang Komunikasi dan Informatikanya, ia akan mengecek dari sisi konten apa yang disampaikan.

Jika berisi konten negatif,  kami akan langsung menutup dan menghapus konten tersebut.

“Tentu yang kita lihat adalah konten apa yang disampaikan. Kalau ada konten yang tidak layak akan langsung kita take down karena melanggar hukum,” Imbuhnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved