Kalteng Kita

Angka Pengangguran Kalteng Turun, Ini Sektor yang Diminati

bulan Agustus 2019, sebesar 50,04 persen penduduk bekerja pada kegiatan formal dan 49,96 persen penduduk bekerja pada kegiatan informal.

Angka Pengangguran Kalteng Turun, Ini Sektor yang Diminati
Tribunkalteng.com / faturahman
Penjelasan Kadisnakertran Syahril Tarigan dan jajarannya, soal Ketenagakerjaan di Kalteng. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah melansir penduduk bekerja di Kalimantan Tengah pada Agustus 2019 sebanyak 1.327,9 ribu orang, meningkat 26,9 ribu orang dibanding Agustus 2018.

Pada Agustus 2019, lapangan pekerjaan utama paling banyak terdapat pada sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (38,01 persen), sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor (15,69 persen), serta Adminitrasi Pemerintah, Pertahanan dan Jaminan Sosial (7,89 persen).

Angkatan kerja pada Agustus 2019 sebanyak 1.384,7 ribu orang, naik 29,3 ribu orang dibanding Agustus 2018. Sedangkan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Agustus 2019 sebesar 4,10 persen, naik sebesar 0,09 poin dibanding Agustus 2018.

Kepala BPS Kalteng, Yomin Tofri, Rabu (6/11/2019) mengungkapkan, bulan Agustus 2019, sebesar 50,04 persen penduduk bekerja pada kegiatan formal dan 49,96 persen penduduk bekerja pada kegiatan informal.

Omzet Pedagang di Palangkaraya Menurun, BPS: Terpengaruh Belanja Online

Juara Liga Chamnpions Musim Lalu Liverpool Menang, Barcelona dan Chelsea Seri, Hasil Laga di Grup

Bikin SKCK Online untuk Syarat Pendaftaran CPNS 2019, Bisa Akses Kapan Saja, Begini Caranya

"Selama setahun terakhir (Agustus 2018-Agustus 2019) pekerja formal naik 1,43 poin sedangkan pekerja informal turun 1,43 poin," ujarnya.

Sedangkan, Bulan Agustus 2019, terdapat 29,13 persen penduduk bekerja tidak penuh (jam kerja kurang dari 35 jam seminggu).

Dari Pekerja tidak penuh tersebut, 6,13 persen adalah setengah penganggur dan 23,00 persen pekerja paruh waktu.

"Dalam setahun terakhir, setengah penganggur turun sebesar 1,10 poin, sementara pekerja paruh waktu turun sebesar 0,51 poin," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalteng, Syahril Tarigan, mengatakan, pihaknya akan terus membuka pelatihan ketenagakerjaan melalui balai latihan ketenagakerjaan untuk memberikan pelatihan keahlian bagi warga Kalteng agar bisa membuka lapangan kerja baru atau bekerja pada lapangan usaha yang sudah ada.

"Pada akhirnya, pengangguran akan semakin kecil ketika lapangan kerja terus terbuka. Dan penduduk produktif sudah punya keahlian dalam membuka lapangan kerja baru, setelah mengikuti pelatihan di balai latihan kerja yang diberikan oleh Disnakertrans," ujarnya.

Tribunkalteng.com / faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved