Sains

Mengerikan, Ini yang Terjadi saat Racun Ular Dicampur dengan Darah Manusia

Mengerikan, Ini yang Terjadi saat Racun Ular Dicampur dengan Darah Manusia

Mengerikan, Ini yang Terjadi saat Racun Ular Dicampur dengan Darah Manusia
Toutiao
Bisa ular beracun. 

TRIBUNKALTENG.COM - Sebuah eksperimen menunjukkan bahwa racun atau bisa ular sangat berbahaya bagi manusia.

Akun Youtube DAVIDSFEED menunjukkan bagaimana racun ular jika bercampur dengan darah manusia dan secepat apa reaksinya.

Dalam tayangan itu dia membawa ular beludak atau Malayan Pit Viper (Calloselasma rhodostoma).

Kemudian, sebuah cangkir transparan yang dibungkus plastik di atasnya.

Mula-mula, kepala ular tersebut ditekan pada plastik yang membungkus bagian atas gelas kecil itu.

Awas Bahaya Ular! Ikuti 3 Langkah Cepat Jika Dipatuk Ular, Jangan Sedot Bisa Ular!

Brigadir Rusmanto Temukan Peninggalan Kuno Budha, Berasal dari Bisikan Jin Biksu

Air Laut Terus Naik, Indonesia dan 5 Negara Asia Diprediksi Terendam pada 2050

Ular itu berpikir telah diserang jadi dia menggigit plastik tersebut menggunakan taringnya dan menyemprotkan racunnya.

Setelah cairan racun itu muncul, kemudian diambil dengan sebuah jarum suntik dan kemudian mencampurkannya dengan darah manusia yang berada dalam gelas lainnya.

c
Gumpalan darah akibat bisa ular. (Toutiao)

Awalnya memang tidak terjadi reaksi apapun pada darah itu.

Namun, beberapa menit kemudian, darah manusia itu berubah menjadi menggumpal seperti jeli yang kemudian diletakkan dalam wadah terbuka.

Menurut keterangan Hemotoxin (racun ular beludak) menyebabkan darah menggumpal.

Padahal darah itu cukup banyak, nyaris sepertiga dari gelas kecil.

Sedangkan racun itu hanya ada setetes saja, namun dampaknya sudah cukup terasa.

Video tersebut menunjukkan bahwa racun ular benar-benar mengerikan.

Jadi berhati-hatilah jika terkena gigitan ular berbisa karena dampaknya ternyata semengerikan ini, lihat videonya di bawah ini.

Artikel ini telah tayang di Intisari Online

Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved