Pemicu Kanker, 5 Merek Obat Asam Lambung Ini Ditarik Peredarannya, Jangan Dikonsumsi!

Bagi Anda yang kerap mengonsumsi obat asam lambung, ini peringatan yang harus diwaspadai.

Pemicu Kanker, 5 Merek Obat Asam Lambung Ini Ditarik Peredarannya, Jangan Dikonsumsi!
net
ilustrasi 

TRIBUNKALTENG.COM - Bagi Anda yang kerap mengonsumsi obat asam lambung, ini peringatan yang harus diwaspadai.

Itu setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia telah memerintahkan penarikan 5 produk Ranitidine yang terdeteksi mengandung N-nitrosodimethylamine ( NDMA).

Disebutkan, produk ranitidin yang diperintahkan penarikannya setelah terdeteksi mengandung NDMA adalah Ranitidine Cairan Injeksi 25 mg/mL dengan pemegang izin edar PT Phapros Tbk.

Sementara itu, produk ranitidin terdeteksi NDMA yang ditarik sukarela adalah Zantac Cairan Injeksi 25 mg/mL dari PT Glaxo Wellcome Indonesia, Rinadin Sirup 75 mg/5mL dari PT Global Multi Pharmalab, serta Indoran Cairan Injeksi 25 mg/mL dan Ranitidine cairan injeksi 25 mg/ML dari PT Indofarma.

Dikutip dari penjelasan BPOM RI tentang penarikan produk Ranitidine yang tekontaminasi NDMA, ranitidin sebetulnya telah mendapatkan persetujuan dari BPOM untuk pengobatan gejala penyakit tukak lambung dan tukak usus sejak 1989.

Dikira Asam Lambung, Bocah di Bawah Umur Ini Ternyata Hamil Akibat Ulah Ayah Tiri

Uni Emirat Arab vs Timnas Indonesia Bertemu di Kualifikasi Piala Dunia 2020, Catat Jadwalnya

Akhir Tragis Mantan Pacar Kim Jong Un Setelah Video Syurnya Beredar, Diberondong Peluru

Pemberian izin tersebut didasari oleh kajian evaluasi keamanan, khasiat dan mutu.

Namun, pada 13 September 2019, BPOM Amerika Serikat (FDA) dan BPOM Eropa (EMA) mengeluarkan peringatan tentang adanya temuan cemaran NDMA dalam kadar rendah pada sampel produk yang mengandung bahan aktif ranitidin.

"NDMA merupakan turunan zat Nitrosamin yang dapat terbentuk secara alami," demikian siaran pers resmi dari BPOM, 4 Oktober 2019.

Menurut studi global, NDMA memiliki nilai ambang batas 96 ng/hari dan bersifat karsinogenik jika dikonsumsi di atas ambang batas secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama.

Didasari oleh temuan tersebut, BPOM melakukan pengambilan dan pengujian terhadap sampel produk Ranitidine.

Halaman
123
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved