Bukan Molotov, Bom yang Diamankan dari Dosen IPB Disebut Punya Daya Hancur Tinggi

Bom yang diamankan dari Abdul Basith, dosen Institut Pertanian Bogor (IPB), ditegaskan pihak kepolisian bukan merupakan bom molotov.

Bukan Molotov, Bom yang Diamankan dari Dosen IPB Disebut Punya Daya Hancur Tinggi
church.ua
Ilustrasi 

TRIBUNKALTENG.COM - Bom yang diamankan dari Abdul Basith, dosen Institut Pertanian Bogor (IPB), ditegaskan pihak kepolisian bukan merupakan bom molotov.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes (Pol) Asep Adi Saputra mengatakan rupanya bom rakitan tersebut justru memiliki daya ledak dan penghancur yang tinggi.

Dilansir dari Kompas.com, pihaknya mengatakan bahwa barang bukti yang diamankan merupakan bom rakitan.

"Mohon dipahami, ini bukan bom molotov seperti biasa tetapi ini adalah bom yang memang memiliki daya ledak. Jadi berbeda, tidak sesederhana bom molotov. Ini adalah bom yang dirakit memang mempunyai bahan peledak," kata Asep di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (3/10/2019).

Asep menyampaikan bahwa bom rakitan tersebut memiliki beberapa unsur sehingga dapat dikatakan sebagai bahan peledak.

VIRAL Nyanyian Gelandangan Bak Penyanyi Opera, Emily Zamourka Jadi Terkenal Setelah Diekspose Polisi

Zodiak Hari Ini Pisces Ada Kontroversi, Ramalan Zodiak Besok Sabtu 5 Oktober 2019, Tepuk Tangan Leo

Densus 88 Tangkap Abdul Basith Terkait Aksi Mujahid 212, Begini Reaksi Rektor IPB

Kemenangan Arsenal 4 Gol Diikuti Qarabag dan PSV Eindhoven, Berikut Hasil Laga Kedua di Liga Europa

Belajar ke Kapuas, Ketua DPRD HSU Banyak Dapat Referensi dari Politisi Berpengalaman

Menurut dia, bom rakitan itu memiliki sumbu peledak dan bahan peledak seperti serbuk korek api, hingga paku.

Selain berdaya ledak tinggi, apabila bom tersebut meledak, kata Asep, dapat berakibat fatal.

"Di sini unsur-unsur dikatakan sebagai bahan peledak terpenuhi, dia mempunyai sumbu untuk memberikan picuan, yang kedua, sumbu itu juga terdiri dari bubuk atau serbuk korek api, di situ juga ada unsur bahan peledaknya, dan ada deterjennya, ada juga lada," ujar dia.

"Dan yang lebih mempunyai daya ledak tinggi karena di dalam balutan ini ada kandungan paku. Jadi bisa dibayangkan, andaikan ini meledak, maka daya hancurnya lebih tinggi, tidak sesederhana bom molotov," kata dia.

Kemudian, bom tersebut dirakit dengan menggunakan botol kaca bekas.

Menurut Asep, penggunaan botol kaca bekas juga menambah fatal dampak bom tersebut.

Adapun Abdul Basith ditangkap di kawasan Tangerang, Sabtu (28/9/2019) lalu.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, Abdul Basith ditangkap karena menyimpan 28 bom molotov.

(Kompas.com/Devina Halim)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved