Hari Batik Nasional

Hari Batik Nasional 2 Oktober, Warisan Dunia yang Sempat Diklaim Malaysia

Diperkenalkan pertama kali oleh Presiden Soeharto pada konferensi PBB, batik berkembang menjadi ikon fashion budaya Indonesia.

TRIBUNPEKANBARU.COM/THEO RIZKY
Sejumlah anak-anak mengikuti acara Batik Fun Walk saat hari baik nasional 2016 di area car free day, Jalan Dipenogoro, Pekanbaru, Minggu (2/10/2016). 

TRIBUNKALTENG.COM - Diperkenalkan pertama kali oleh Presiden Soeharto pada konferensi PBB, batik berkembang menjadi ikon fashion budaya Indonesia.

Tidak itu saja. Batik kemudian ditetapkan daftar Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi UNESCO pada 2008.

Padahal dulunya, batik kurang mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda.

Namun kini, batik telah berkembang menjadi satu ikon fashion budaya Indonesia dengan beragam warna dan motif, tak terbatas hanya pada warna cokelat maupun hitam.

Pemerintah kemudian mendaftarkan batik dalam daftar Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi UNESCO, pada 2008.

Pengajuan itu pun membuahkan hasil bagi pemerintahan Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY).

2 Oktober Hari Batik Nasional, Begini Sejarahnya

Tottenham Hotspur Ditekuk Tamunya Bayern Muenchen 2-7, Berikut Hasil Laga Liga Champions Lainnya

Info CPNS 2019, Ini Masalah-masalah Pendaftar CPNS 2018 yang Jangan Lagi Terulang

Pada 9 Januari 2009, pengajuan batik untuk Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi UNESCO diterima secara resmi, lalu dikukuhkan pada 2 Oktober 2009.

Badan PBB untuk kebudayaan atau United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization, (UNESCO) kemudian menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity).

Keputusan UNESCO terhadap batik dilatarbelakangi bahwa batik Indonesia terkait erat banyak simbol yang bertautan dengan status sosial, kebudayaan lokal, alam, dan sejarah itu sendiri.

Batik menjadi benda penting bagi manusia di Indonesia dari sejak dia lahir hingga meninggal.

Penetapan Hari Batik Nasional juga sebagai usaha pemerintah dalam meningkatkan martabat bangsa Indonesia dan citra positif indonesia di forum internasional.

Karena pengakuan terhadap batik sebagai warisan leluhur bangsa indonesia sama halnya dengan pengakuan dunia internasional terhadap mata budaya Indonesia.

Tujuan lain dari pengakuan batik sebagai warisan leluhur indonesia adalah untuk menumbuhkan kecintaan serta rasa bangga masyarakat indonesia terhadap kebudayaan Bangsanya.

Selain itu, Penerbitan Kepres No 33 Tahun 2009 yang menetapan hari Batik Nasional juga dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap upaya perlindungan dan pengembangan batikIndonesia.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved