Kabar Palangkaraya

Lemparan Pisau Tertancap ke Dada Sang Putra, Mardi Mengaku Kesal Gara-gara Ini

Akibat emosi yang tidak terkontrol itu pula, Mardi harus menyesali perbuatannya seumur hidup. Itu setelah sang putra, Eko (15) meregang nyawa akibat

Lemparan Pisau Tertancap ke Dada Sang Putra, Mardi Mengaku Kesal Gara-gara Ini
KOMPAS.com/KURNIA TARIGAN
Kapolres Palangkaraya, AKBP. Timbul RK Siregar beserta dokter forensik saat akan lakukan visum terhadap korban. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Emosi tak terkendali hanya akan menimbulkan penyesalan pada akhirnya.

Akibat emosi yang tidak terkontrol itu pula, Mardi harus menyesali perbuatannya seumur hidup. Itu setelah sang putra, Eko (15) meregang nyawa akibat pisau yang dilemparkannya ketika marah.

Ketika itu, Mardi melemparkan pisau untuk mengupas jagung yang dipegangnya ke arah Eko hingga menancap ke dada korban.

Itu dilakukannya karena kesal melihat Eko dan adiknya berkelahi.

Asmara Virgo Belum Berakhir, Ramalan Zodiak Cinta Selasa 3 September 2019, Capricorn Jangan Naif

Pelajar SMP Kalampangan Tewas Dilempar Pisau oleh Sang Ayah, Keluarga Sempat Menutupi

Disambut Karo Kesra, Jamaah Haji Kalteng Keloter 8 Banjarmasin Tiba

Ramalan Zodiak Senin 2 September 2019: Taurus Stres, Asmara Aquarius dalam Penyesuaian

“Saya lempar bukan saya tusuk,” kata Mardi, saat berada di Mapolres Palangkaraya. Minggu (1/9/2019).

Mardi mengaku menyesali perbuatannya.

"Saya menyesal seumur hidup," ujar Mardi.

Sebelumnya diberitakan, seorang siswa SMP tewas tertusuk pisau di halaman rumahnya, di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu (31/8/2019).

Pihak keluarga sempat menutupi kasus ini. Namun, polisi tetap membawa jenazah korban untuk dilakukan otopsi, serta meminta keterangan ayah korban.

Dari keterangan awal Mardi, Eko tewas saat dikejar adiknya di halaman rumah karena tak mau memberikan roti.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved