Kabar Dunia

Penembakan Brutal Awalnya Dikira Letusan Kembang Api, 11 Pengunjung Festival Tertembak

Video yang diunggah ke media sosial menunjukkan pengunjung festival yang berlarian dan setidaknya satu kali suara letusan yang terdengar.

Penembakan Brutal Awalnya Dikira Letusan Kembang Api, 11 Pengunjung Festival Tertembak
dokumen
Ilustrasi peuru

TRIBUNKALTENG.COM, SACRAMENTO - Kemeriahan sebuah festival makanan di California, pada Minggu (28/7/2019), berakhir dengan peristiwa tragis.

Penembakan brutal yang dilaporkan terjadi dilokasi festival, membuat sejumlah orang dilaporkan terkena tembakan.

Diberitakan bahwa insiden penembakan terjadi di tengah perayaan tahunan, Festival Bawang Putih di Gilroy, selatan San Jose.

Menurut NBC Bay Area, dikutip Reuters, kru ambulans mengatakan bahwa setidaknya ada 11 orang yang terkena tembakan dalam festival yang digelar selama tiga hari itu.

Video yang diunggah ke media sosial menunjukkan pengunjung festival yang berlarian dan setidaknya satu kali suara letusan yang terdengar.

"Apa yang sedang terjadi? Siapa yang menembaki festival bawang putih?" ujar seorang wanita yang dapat terdengar dalam rekaman video.

Penembakan di Kompleks Pemerintahan Amerika, Pelaku Tembak Petugas, Tewas Bersama 11 Orang

Punya Senjata Api Rakitan untuk Mengancam Warga, Pria di Barsel Ini Dibuat Tak Berkutik

Ada Uang Rp 5 Juta dan Sabu 8,20 Gram, Dua Pengedar Sabu Samba Kahayan Katingan Tak Berkutik

Evenny Reyes (13) mengatakan kepada San Jose Mercury News, awalnya dia mengira suara letusan yang terdengar berasal dari kembang api, sebelum dia melihat seseorang dengan kaki yang terluka.

"Kami baru saja akan pergi dan melihat seorang pria melilitkan bandana ke kakiknya yang tertembak. Juga ada anak kecil yang terluka. Orang-orang mulai melemparkan meja dan melompati pagar untuk keluar," ujarnya.

Belum ada informasi lain yang didapatkan terkait insiden penembakan tersebut, termasuk ada tidaknya korban jiwa.

Festival Bawang Putih Gilroy yang menampilkan makanan, minuman, hiburan, serta kompetisi memasak, pertama kali digelar pada 1979.

Agenda yang digelar oleh relawan itu diklaim sebagai festival makanan musim panas terbesar di dunia.

Acara festival tahun ini digelar di luar Christmas Hill Park. Menurut situs resmi festival, pengunjung dilarang membawa senjata ke dalam acara.

Festival juga dimaksudkan memiliki suasana aman dan ramah keluarga, sehingga pengunjung dilarang mengenakan pakaian atau perlengkapan yang menunjukkan suatu keanggotaan, termasuk klub motor.

Belum ada pernyataan resmi dari panitia festival terkait insiden penembakan yang terjadi di kota kecil Gilroy, sekitar 48 kilometer arah selatan San Jose.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved