Kabar Palangkaraya

Pengakuan Kuriir Sabu 1 Kg Asal Aceh, Dibawa ke Kalteng Atas Kendali Napi Lapas

Pengakuan pengedar Narkoba yang tertangkap oleh BNN ini bukan hanya sekali ini saja, tetapi sudah berulang kali.

Pengakuan Kuriir Sabu 1 Kg Asal Aceh, Dibawa ke Kalteng Atas Kendali Napi Lapas
Tribunkalteng.com/faturahman
Pasutri HA dan SI membawa sabu dari Aceh seberat 1 kg ditangkap di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Bandar narkoba di Kalimantan Tengah yang telah menjalani hukuman kurungan di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) ternyata masih bisa berbinis sabu, bahkan mampu mengendalikan peredaran sabu meski di dalam jeruji besi dan dijaga petugas.

Ini diakui oleh beberapa orang tersangka yang hingga Jumat (12/7/2019) masih diamankan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalteng yang dalam satu bulan ini mengamankan enam orang jaringan pengedar narkoba dari Aceh, Pontianak dan Banjarmasin.

Para pelaku itu mengaku berani memasukkan barang haram hingga 1,6 kilogram atas kendali napi dalam lapas narkoba setempat.

Setidaknya, pengakuan tersebut diungkapkan, pasangan suami istri yang memasukkan narkoba jenis sabu hingga 1 kg dari jaringan Aceh yakni HA dan SI warga Palangkaraya yang ditangkap karena membawa hingga 1 kg sabu dan ditangkap saat di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, belum lama tadi.

1 Kg Sabu Dalam Sepatu, BNNP Kalteng Tangkap Jaringan Pengedar Narkoba Asal Aceh

Liga Spanyol - Gabung ke FC Barcelona, Antoine Griezmann Tak Dikenalkan ke Suporter

Ini Hasil Perempat Final dan Jadwal Semifinal Piala Afrika 2019, Nigeria Berpeluang Juara

Keduanya, mengaku sabu yang saat ini diamankan BNN tersebut merupakan perintah dari Napi yang ada di Lapas Narkoba Kasongan untuk diberikan kepada seseorang di Kalteng

"Kami hanya diperintah saja oleh AE di Lapas Kasongan dan dijanjikan imbalan uang, untuk membawanya ke Palangkaraya," ujar HA.

Pengakuan pengedar narkoba yang tertangkap oleh BNN ini bukan hanya sekali ini saja, tetapi sudah berulang kali.

"Ya, kedua tersangka saat diintrogasi mengaku barang haram tersebut merupakan perintah dari saudara AE salah seorang penghuni Lapas Narkoba Kasongan," ujar Kepala BNN Kalteng, Brigjen Pol Lilik Heri S.

Tidak hanya itu, Kepala BNN Kalteng ini juga menegaskan, salah satu tersangka jaringan pengedar narkoba Banjarmasin yang ditangkap dengan inisial JK mengaku membawa barang haram tersebut atas perintah FA Napi Lapas Palangkaraya.

"Ini sudah kejadian yang kesekian kalinya, peredaran narkoba di Kalteng yang dikendalikan Napi melalui telepon selular dari dalam Lapas," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved