Gejalanya Mirip DBD, Puluhan Warga Bogor Terserang Chikungunya

Serangan penyakit chikungunya yang dialami sejumlah warga Desa Pasarean, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, menimbulkan kekhawatiran.

Gejalanya Mirip DBD, Puluhan Warga Bogor Terserang Chikungunya
net
ilustrasi gejala penyakit chikungunya 

Chikungunya disebabkan oleh Togaviridae alphavirus, sementara DBD disebabkan oleh Flavirideae flavivirus.

Masa inkubasi chikungunya adalah 1-12 hari dan durasinya bervariasi dari satu hingga dua minggu, namun, tanda-tanda seperti nyeri sendi akan berlangsung lama.

Melansir dari Medscpae, ciri pembeda chikungunya termasuk berpotensi melemahkan polyarthralgia bilateral dan, dalam beberapa kasus, artritis.

Masa inkubasi untuk demam berdarah adalah 3-7 minggu sementara itu tetap dari sekitar empat sampai tujuh minggu.

Pembengkakan dan rasa sakit tinggi di chikungunya dibandingkan dengan DBD.

Chikungunya dapat membuat sendi penderitanya sakit yang luar biasa, sedangkan DBD dapat menyebabkan pendarahan dalam beberapa kasus, masalah pernapasan, dll.

Meskipun tanda-tanda dan gejala-gejala ini dapat membantu dalam membedakan demam berdarah dan chikungunya, dokter harus memasukkan kedua penyakit tersebut dalam diagnosis banding pasien dengan penyakit demam akut dan perjalanan terakhir ke daerah tropis.

Pasien seperti itu juga harus dievaluasi untuk kondisi serius lainnya, seperti malaria, leptospirosis, dan infeksi bakteri lainnya.

Agus mengaku, perubahan iklim ditambah lagi lingkungan yang sangat kotor menjadi penyebab utama adanya penyakit tersebut.

Sebagai contoh di Desa Pasarean itu, ada sampah plastik, kaleng sehingga pada musim hujan banyak genangan air tempat nyamuk bersarang.

Halaman
123
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved