Kajian Islam

Apakah Menangis Dapat Membatalkan Puasa? Begini Penjelasannya Menurut Ulama

Bahkan pada saat demikian, luapan tangis dari seseorang seringkali tidak lagi memperdulikan bahwa dirinya sedang melaksanakan ibadah puasa.

Apakah Menangis Dapat Membatalkan Puasa? Begini Penjelasannya Menurut Ulama
AV Media
Ilustrasi 

TRIBUNKALTENG.COM - Mengeluarkan air mata ketika ada suasana hati mendadak sedih atau haru, kerap terjadi.

Pada saat menjalankan puasa seperti pada Ramadhan (KBBI: Ramadan), apakah hal itu bisa membatalkan puasa?

Melansir tulisan Ustadz M. Ali Zainal Abidin, pengajar di Pondok Pesantren Annuriyah Kaliwining Rambipuji Jember, di laman Nahdlatul Ulama Online, (tayang 9 Mei 2019), seseorang kadang mengalami berbagai kejadian emosional yang membuat dirinya meneteskan air mata, termasuk ketika ia sedang menjalani puasa.

Bahkan pada saat demikian, luapan tangis dari seseorang seringkali tidak lagi memperdulikan bahwa dirinya sedang melaksanakan ibadah puasa.

Ramalan Zodiak Harian Sabtu 11 Mei 2019 : Leo Tak Puas Pujian, Virgo Didominasi Keluarga, Pisces?

Kajian Ramadhan 1440 H/2019, 9 Hal yang Membatalkan Puasa, Dendanya Berat!

Final Liga Champions dan Liga Europa Dikuasai Klub-klub Liga Inggris Usai Arsenal Menang Adu Penalti

Pemilik Zodiak Ini Biasanya Mudah Diajak Tertawa dan Bercanda, Biar Tak Gampang Stres!

Dalam berbagai kitab dijelaskan secara rinci tentang berbagai hal yang dapat membatalkan ibadah puasa, menangis secara jelas tidak termasuk dari sebagian hal yang dapat membatalkan puasa tersebut.

Hal ini misalnya dapat kita lihat dalam kitab Matnu Abi Syuja’: 

والذي يفطر به الصائم عشرة أشياء : ما وصل عمدا إلى الجوف أو الرأس والحقنة في أحد السبيلين والقيء عمدا والوطء عمدا في الفرج والإنزال عن مباشرة والحيض والنفاس والجنون والإغماء كل اليوم والردة

“Yang membatalkan puasa ada sepuluh hal, yakni (1) sesuatu yang sampai pada rongga bagian dalam tubuh (jauf) atau kepala, (2) mengobati dengan memasukkan sesuatu pada salah satu dari dua jalan (qubul dan dubur), (3) muntah secara sengaja, (4) melakukan hubungan seksual secara sengaja pada alat kelamin, (5) keluarnya mani sebab bersentuhan kulit, (6) haid, (7) nifas, (8) gila, (9) pingsan di seluruh hari dan (10) murtad,” (Syekh Abi Syuja’, Matnu Abi Syuja’, hal. 127).

Mengapa menangis tak membatalkan puasa? Salah satu alasan mendasarnya adalah karena mata bukanlah termasuk bagian dari jauf, serta dalam mata tidak ada saluran yang mengarahkan benda menuju tengorokan, sehingga tidak tergambarkan ketika seseorang menangis terdapat sesuatu yang masuk dalam mata menuju arah tenggorokan.

Hal ini seperti ditegaskan dalam kitab Rawdah at-Thalibin:

Halaman
1234
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved