Ditulis Ramadhan atau Ramadan? Ternyata Masing-masing Punya Arti Berbeda, Ini Penjelasannya
Berbicara mengenai Ramadan, banyak orang masih sering mempertanyakan padanan yang tepat untuk kata tersebut.
TRIBUNKALTENG.COM - Berbicara mengenai Ramadan, banyak orang masih sering mempertanyakan padanan yang tepat untuk kata tersebut.
Jadi mana yang benar untuk menuliskan Ramadhan atau Ramadan?
Simak penjelasan pengamat bahasa Akhmad Sekhu yang dilansir Wartakotalive.com dari Voa Islam.com
• Istilah Berikut Sering Kita Pakai dalam Sehari-hari, Ternyata Ini Artinya
• Transfer Uang Booking Rp 80 Juta Bukan dari Rian Subroto, Pengacara Vanessa Angel Yakin Rekayasa
• Pemindahan Ibu Kota Pemerintahan RI ke Palangkaraya? Begini Tanggapan Warga Kota Cantik
Ada yang perlu diwaspadai dalam penulisan kata Ramadhan, yaitu jangan sampai kita menghilangkan huruf “h” sehingga kemudian menjadi Ramadan karena dengan begitu pengertiannya akan berubah total.
Ramadhan berarti panas yang menyengat atau kekeringan, khususnya pada tanah.
Di Jazirah Arab memang menggunakan luni-solar calendar (penghitungan tahun berdasarkan bulan dan matahari sekaligus) dan bulan ke sembilan selalu jatuh pada musim panas yang sangat menyengat.
Musim panas yang waktu siangnya lebih panjang daripada waktu malamnya.
Hal itu terjadi berhari-hari, sehingga setelah beberapa pekan bisa terjadi akumulasi panas yang menghanguskan.
Hari-hari itu disebut bulan Ramadhan, bulan dengan panas yang menghanguskan.
Setelah umat Islam mengembangkan kalender berbasis bulan (qomariyah), yang rata-rata sebelas hari lebih pendek dari kalender berbasis matahari, bulan Ramadhan tak lagi selalu bertepatan dengan musim panas.
Orang lebih memahami panasnya Ramadhan secara metafora (kiasan). Karena di hari-hari Ramadhan orang berpuasa, tenggorokan terasa panas karena kehausan.
Dari akar kata tersebut kata “Ramadhan” digunakan untuk mengindikasikan adanya sensasi panas saat seseorang kehausan.
Pendapat lain mengatakan bahwa kata Ramadhan digunakan karena pada bulan itu dosa-dosa dihapuskan oleh perbuatan baik sebagaimana matahari membakar tanah.
…Kata “Ramadan” (tanpa huruf h) dalam bahasa Arab berarti orang yang sakit mata mau buta, sehingga tak dapat disamakan dengan “Ramadhan”…
Namun kata “Ramadan” (tanpa huruf h) dalam bahasa Arab artinya orang yang sakit mata mau buta, sehingga tidak dapat disamakan artinya dengan “Ramadhan.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/tribunkaltengcom-menyambut-ramadan-2019.jpg)