Kalteng Kita

Fatayat NU Kalteng Bentuk Relawan GRP, Ternyata Ini Tujuannya

Organisasi wanita muda dari Nahdlatul Ulama ini juga melanching sebuah aksi yang diberi nama Gerakan Ronda Pemilu (GRP).

Fatayat NU Kalteng Bentuk Relawan GRP, Ternyata Ini Tujuannya
Istimewa
Ketua Fatayat NU Kalteng Saidah Suryani bersama Wakil Gubernur Kalteng Habib Said Ismail, Bupati Barsel Edy Raya Syamsuri dan pengurus GP Ansor Kalteng usai hadiri peresmian Bandara Tjilik Riwut 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Jika GP Ansor punya Gerakan Rabu Putih dalam upaya turut meningkatkan partisipasi pemilih dalam pemilu, lain lagi dengan Fatayat. Organisasi wanita muda dari Nahdlatul Ulama ini juga melanching sebuah aksi yang diberi nama Gerakan Ronda Pemilu (GRP).

Tidak hanya di tingkap pusat. GRP melibatkan seluruh anggota Fatayat NU baik pusat hingga ranting, baik struktural maupun non struktura, termasuk di Kalteng.

Cegah Stanting, Fatayat NU Gelar Halaqoh

Prabowo Subianto Gebrak Podium Saat Kampanye di Yogyakarta, Begini Reaksi Amien Rais

Putus dari Hilda Vitria, Billy Syahputra Minta Maaf kepada Kriss Hatta, Serius?

"Fatayat NU merasa berkepentingan untuk terus membuka dan menanamkan kesadaran masyarakat dalam berdemokrasi. Apalagi tantangan kita saat ini adalah hoax, fitnah, berita-berita bohong yang menyesatkan. Saya pikir Fatayat harus berbuat sesuatu," ujar Ketua Fatayat Kalteng Saidah Suryani,Selasa (8/4/2019).

Gerakan Ronda Pemilu (GRP) sebelumnya dideklarasikan pada Rabu, 3 April 2019 lalu bertepatan dengan peringatan Isro Mi'roj Nabi Muhammad SAW dan Konsolidasi Nasional PP Fatayat NU di Jakarta.

Gerakan ini didorong oleh kesadaran Fatayat NU akan pentingnya peranan lintas sektoral untuk menyukseskan Pemilu agar aman, damai, dan menghasilkan kepemimpinan yang kuat dan konstitusional.

"Makin sedikit angka golput makin baik demokrasi kita," timpal Saidah.

Berdasarkan data beberapa hasil riset lembaga survei, kata dia, potensi angka golput bisa mencapai 20 persen dan meningkat menjadi 30 persen pada Februari 2019. Selain itu, penyebaran berita hoaks yang makin massif menduduki angka yang cukup tinggi.

"Melalui Gerakan Ronda Pemilu, peremouan Fatayat NU diharapkan bisa mengajak perempuan Indonesia agar terlibat langsung dalam pemilihan, tidak golput, menggerakkan kader Fatayat NU untuk menjadi sukarelawan pemantau proses Pemilu mulai dari pengambilan suara hingga penghitungan," tambahnya.

Fatayat NU menginisiasi terbentuknya Gerakan Ronda Pemilu yang anggotanya adalah perempuan-perempuan sukarelawan pemantau pemilu. Semacam ronda dengan tugas utamanya adalah mengamankan dan memastikan proses pemilihan umum di tempat terdekat berjalan lancar tanpa kecurangan.

"Di sini relawan perempuan fungsinya sebagai pemantau, pendingin, penyejuk atau pendamai jika terjadi konflik," tegasnya.

Struktur Fatayat NU di tingkat ranting atau desa dalam hal ini menjadi garda terdepan. GRP di tingkat desa sangat berperan penting dalam mengawal dan memastikan proses pemilu berjalan dengan baik dan bebas dari kecurangan.

"Kita ingin kader Fatayat datang ke TPS memakai baju putih dan benar-benar ronda menjaga TPS. Itu dilakukan untuk memastikan semua prosesnya aman dan sesuai prosedur yang ditetapkan," pungkasnya. (TRIBUNKALTENG.COM)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved