Kabar Kalimantan

Mahasiswi Samarinda Dipukul Saat Salat di Masjid, Begini Kondisinya Terkini

Mengetahui anaknya yang jadi korban, Imam sempat tidak nafsu makan, bahkan nyaris hampir roboh (pingsan).

Mahasiswi Samarinda Dipukul Saat Salat di Masjid, Begini Kondisinya Terkini
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Merissa Ayu Ningrum (20) mahasiswi korban pemukulan di Masjid Al Istiqomah terpaksa menggunakan penutup mata layaknya bajak laut, akibat pukulan yang didapatkannya saat sedang shalat dzuhur, Kamis (3/1/2019). 

Rencana kembali ke Samarinda pada 2 Januari 2019 pun hendak dipercepatnya, namun karena telah membeli tiket pesawat PP (Pulang Pergi) dan tidak bisa dimajukan tanggalnya, akhirnya dirinya tetap kembali ke Samarinda sesuai dengan tanggal yang direncanakan.

Alasan anak-anaknya tidak mau memberitahukan kejadian itu kepada dirinya, karena khawatir dengan kesehatan dirinya, pasalnya Imam mengidap sakit jantung yang cukup akut.

"Saya sudah 13 tahun sakit jantung, sudah bolak balik rumah sakit, makanya mereka tidak mau beri kabar. Saya hubungin semua, pengurus masjid di Karpotek, keluarga, dan pengurus masjid Al Istiqomah, bahkan anak saya yang laki-laki ke Sangasanga juga nyari pelaku," jelasnya.

"Kalau anak saya duluan yang dapati pelaku, balok bayar balok. Tapi alhamdulillah polisi sudah berhasil nangkap pelaku," ungkapnya.

Rabu (3/1/2019) siang kemarin, dirinya ke Polresta Samarinda guna mengucapkan terima kasih kepada kepolisian yang telah bekerja keras menangkap pelaku pemukulan terhadap anaknya.

Bahkan, Imam sempat dilihatkan balok yang digunakan untuk memukul anaknya. Saat melihat balok itu, dirinya tak sadar meneteskan air mata.

"Sempat nangis saat ditunjukan kayunya. Saya ke Polres mau ucapkan terima kasih, malam tahun baru mereka tetap cari pelaku," ucap pria lima anak tersebut.

Merissa Ayu Ningrum (20) mahasiswi korban pemukulan di Masjid Al Istiqomah terpaksa menggunakan penutup mata layaknya bajak laut, akibat pukulan yang didapatkannya saat sedang shalat dzuhur, Kamis (3/1/2019).
Merissa Ayu Ningrum (20) mahasiswi korban pemukulan di Masjid Al Istiqomah terpaksa menggunakan penutup mata layaknya bajak laut, akibat pukulan yang didapatkannya saat sedang shalat dzuhur, Kamis (3/1/2019). (TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO)

Dia meyakini keterangan pelaku yang hanya butuh uang Rp 15 ribu untuk beli makan hanyalah alasan yang dibuat-buat saja.

Dia menduga pelaku memang ingin mengambil motor yang digunakan oleh anaknya.

"Sama orang masjid dikasih uang, dikasih makan, dia itu mau curi motor. Mudah-mudahan hukuman lebih tinggi, kalau dibawah lima tahun terlalu ringan," tegasnya.

Halaman
123
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved