Kajian Islam

Hari Ibu, Ustadz Abdul Somad Ingatkan 2 Azab yang Menunggu Anak Durhaka, Simak Videonya!

Sebab ibu adalah orang yang telah berjuang bersimbah keringat dan darah, sampai hampir meregang nyawa untuk melahirkan anak-anaknya.

Hari Ibu, Ustadz Abdul Somad Ingatkan 2 Azab yang Menunggu Anak Durhaka, Simak Videonya!
Ustadz Abdul Somad 

Sejarah Hari Ibu

Hari ibu di Indonesia diperingati setiap tanggal 22 Desember.

Lalu tahu kah kamu kenapa di Indonesia peringatan hari ibu jatuh pada tanggal 22 Desember?

Dikutip dari laman Grid.ID yang tayang pada Rabu(21/11/2018), alasan tanggal 22 Desember diperingati sebagai hari ibu berhubungan dengan perempuan Indonesia.

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu kembali ke masa sebelum kemerdekaan, tepatnya pada tahun 1928.

Seperti yang sebelumnya telah diberitakan oleh Tribun Timur, Hari Ibu di Indonesia dirayakan pada ulang tahun hari pembukaan Kongres Perempuan Indonesia yang pertama.

Kongres Perempuan Indonesia yang pertama ini jatuh pada tanggal 22-25 Desember 1928.

Kongres ini pertama kali dilaksanakan di Yogyakarta.

Tepatnya bertempat di Dalem Jayadipuran, yang kini bertransformasi menjadi Kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional.

Gedung ini terletak di Jalan Brigjen Katamso, Kota Yogyakarta.

Kongres Perempuan Indonesia yang pertama ini dihadiri oleh sekitar 30 organisasi wanita.

Mereka berasal dari 12 kota di Jawa dan Sumatera.

Dari sini kemudian terlahir Kongres Wanita Indonesia atau yang disebut dengan Kowani.

Di Indonesia, organisasi wanita sudah memulai eksistensinya sejak 1912.

Pergerakan mereka terinspirasi oleh pahlawan-pahlawan wanita Indonesia di abad 19.

Sebut saja Kartini, Christina Martha Tiahahu, Cut Nyak Dien, Cut Meutia, Maria Walanda Maramis, Dewi Sartika, dan Nyai Ahmad Dahlan.

Kongres ini diadakan untuk meningkatkan hak-hak perempuan di bidang pendidikan dan pernikahan.

Agenda utama kegiatan ini adalah untuk mempersatukan perempuan di Nusantara.

Selain itu, mereka juga ingin menjunjung eksistensi perempuan dalam perjuangan kemerdekaan, peranan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa, perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita, hingga pernikahan usia dini bagi perempuan dan lain sebagainya.

Mengikuti jejak Kongres Perempuan Indonesia I, Kongres Perempuan II kemudian digelar pada Juli 1935.

Dalam kongres ini kemudian dibentuk Badan Pemberantasan Buta Huruf (BPBH) dan menentang perlakuan tidak wajar atas buruh wanita perusahaan batik di Lasem, Rembang.

Meskipun sudah dilaksanakan pada 1928, namun peringatan Hari Ibu belum langsung ditetapkan oleh pemerintah.

Peringatan Hari Ibu pada 22 Desember baru ditetapkan pada Kongres Perempuan III pada 10 tahun kemudian, yakni 1938.

Namun perayaan ini belum bersifat resmi.

Baru pada 1953 melalui Dekrit Presiden Nomor 316 Presiden Soekarno resmi menetapkan 22 Desember sebagai Hari Ibu, hingga saat ini.

Seperti yang telah disebutkan di awal, hanya Indonesia yang memperingati Hari Ibu pada 22 Desember.

Menurut data di Wikipedia, negara-negara lain seperti Australia, Kanada, Jerman, bahkan Malaysia merayakan Hari Ibu di minggu kedua bulan Mei.

Lalu, ada juga peringatan Hari Perempuan Internasional alias International Women's Day pada 8 Maret.

Artikel ini telah tayang di Tribunjambi.com dengan judul Hari Ibu, Bagaimana Cara Memuliakan Sosok Ibu Menurut Ustadz Abdul Somad, Lihat Video Singkatnya, http://jambi.tribunnews.com/2018/12/20/hari-ibu-bagaimana-cara-memuliakan-sosok-ibu-menurut-ustadz-abdul-somad-lihat-video-singkatnya.?_ga=2.81905886.916498850.1545352439-400956369.1509843739

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved