Napi Teroris Meninggal Dunia di Lapas Nusakambangan

Wawan ditangkap Detasemen Khusus Antiteror 2016 silam saat naik sepeda di pinggir jalan kampung.

Editor: Mustain Khaitami
tribunjateng/dok
Lapas Pasir Putih Nusakambangan 

Napi Teroris Meninggal Dunia di Lapas Nusakambangan

TRIBUNKALTENG.COM, KLATEN - Seorang Napi Terorisme di Lapas Kelas 1 Batu Nusakambangan, Wawan Prasetyawan, meninggal dunia, Senin (17/12) dini hari.

Jenazah langsung dimakamkan dj kawasan Pedan, Klaten, Senin siang.

Camat Pedan Rahayu Sri Wahyuni saat dikonfirmasi Tribun Jateng mengatakan jenazah langsung dibawa ke rumah duka dan sampai Senin pukul 06.00 pagi.

Menurutnya Wawan meninggal karena penyakit paru-paru basah.

"Wawan sesuai data kependudukan di Kecamatan Pedan belum menikah. Kita ikut berbela sungkawa dengan kejadian meninggalnya Wawan," paparnya.

Jadi Tempat Baru 154 Napi Teroris Mako Brimob, Ini 5 Fakta Lapas Nusakambangan, Ada Bukit Kematian

RPK Jual Daging Ayam di Atas Ketentuan, Ini Kata TPID Kalteng

Berdasar info yang dihimpun, Wawan ditangkap Detasemen Khusus Antiteror 2016 silam saat naik sepeda di pinggir jalan kampung.

Wawan ditangkap karena terlibat jaringan Bahrun Naim

Sejak sekolah, Wawan disebut telah memiliki pemikiran yang keras terkait kepercayaan.

Hal tersebut dikemukakan Wantek, tetangga Wawan saat dijumpai Tribun Jateng di Desa Troketon, Pedan, Klaten, Senin siang.

"Kesehariannya sebenarnya agak pendiam orangnya. Tapi keras saat bicara yang menyangkut kepercayaan," paparnya.

Menurutnya Wawan bekerja sebagai buruh lepas sebelum ditangkap Densus Antiteror, 2016 lalu. Selain itu di ia juga seringkali mengajarkan anak-anak desa setempat mengaji di Masjid Fathurrahman, yang berada di dekat rumahnya.

"Ya saat mengajar ngaji anak-anak itu, kelihatan dia keras dan radikal," papar Wantek.

Disinggung terkait riwayat sakit pada Wawan, menurutnya ia tak pernah terlihat sakit sebelum ditangkap Densus. Orangtua Wawan, Parto Mulyono dan Partini juga masih sehat.

"Orangtuanya saat ini ada di Cemani, Sukoharjo," paparnya. Wawan meninggalkan seorang istri dan 1 anak berumur 3 tahun.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved