Dalami Kasus Dugaan 'Suntik Maut' di Meulaboh, Dokter dan Perawat Rumah Sakit Diperiksa

Dikatakan, pihak keluarga korban sudah meminta pihaknya untuk memproses kasus itu diproses.

Dalami Kasus Dugaan 'Suntik Maut' di Meulaboh, Dokter dan Perawat Rumah Sakit Diperiksa
ist
KASAT Reskrim Polres Aceh Barat, Iptu M Isral (kiri) didampingi KBO Reskrim dan Kanit Resmob memperlihatkan barang bukti jarum suntik dan infus terkait kasus meninggalnya seorang anak di RSUD Cut Nyak Dhien, Meulaboh, Sabtu (20/10). 

TRIBUNKALTENG.COM - Polres Aceh Barat, Rabu (24/10/2018) memeriksa seorang dokter spesialis dan seorang perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Sakit Cut Nyak Dhien (RSUD CND) Meulaboh, Aceh Barat sebagai saksi dalam kasus meninggalnya Alfa Reza (11) usai disuntik di rumah sakit tersebut.

Polisi juga sudah menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi lain dari kalangan rumah sakit dan keluarga korban.

Pantauan Serambi, kemarin, dokter spesialis yang diperiksa adalah dokter bedah yang memimpin operasi terhadap Alfa Reza dan perawat yang menyuntik korban pada malam itu.

Sejumlah pertanyaan dilayangkan penyidik untuk mengungkap penyebab meninggalnya Alfa Reza dan satu bocah lainnya.

Baca: Timnas U-19 Indonesia vs Jepang Piala U-19 2018, Ini Jadwal Siaran Langsung RCTI

Baca: Tenggelam Sejak 2.400 Tahun Silam di Dasar Laut, Bangkai Kapal Kapal Kuno Masih Utuh

Baca: NU Kalteng: Warga Jangan Terprovokasi

Pemeriksaan tersebut berlangsung di Ruang Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polres setempat.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu M Isral mengatakan, pihak-pihak yang dipanggil sejauh ini masih bersifat undangan untuk mendalami dan menggali informasi terhadap peristiwa itu.

Selain tim medis, pemeriksaan juga akan dilakukan terhadap manajemen rumah sakit tersebut.

Tujuannya, untuk memastikan apa penyebab dan apakah ada ditemukan pidana atau tidak dalam kasus meninggalnya kedua bocah itu.

Dikatakan, pihak keluarga korban sudah meminta pihaknya untuk memproses kasus itu diproses.

"Namun, laporan resmi kita masih tunggu sampai pihak keluarga selesai melaksanakan kenduri tujuh hari. Rencananya, hari ini (kemarin) pihak keluarga akan kita periksa. Tapi mereka minta waktu karena masih kenduri," ungkap Kasat Reskrim.

Halaman
1234
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved