Gempa Bumi Donggala Palu

Winda Menangis Mengira Kiamat, Disuruh Baca Syahadat

Malam selepas magrib Winda yang tengah berada ruang tengah keluarga merasakan keganjilan alam yang luar biasa.

Tribunnews.com/Dany Permana
Winda Evianti (21) 8). 

Namun sayang, saat hendak membuka pintu rumah, ternyata pintu tersebut terhimpit tanah jalanan yang menutup kusen sehingga tidak mungkin untuk dibuka.

"Saya dan adik menangis sejadi-jadinya sambil berpelukan. Mama refleks menyuruh kami untuk bersyahadat dan berdoa saja. Kami pasrah saja karena kami tahu kami tidak mungkin keluar dari rumah saat itu," lanjut Winda dengan terbata.

"Sambil menangis dan berdoa, saya menyadari ternyata jalanan di depan semakin tinggi hingga hampir setengah rumah. Dalam hati saya berpikir mungkin ini adalah kiamat," jelas Winda.

 Namun ternyata naiknya jalanan tersebut justru memberi berkah bagi keluarga Winda. Tanah yang menghimpit tersebut mampu menghancurkan dinding rumah Winda sehingga berlubang dan cukup untuk keluarga itu keluar dari rumah.

Tanpa pikir panjang Winda, Mama, dan adiknya keluar rumah dan berlari menyusuri jalan di depan rumahnya yang kini telah sejajar dengan atap rumahnya.

"Ketika kami melintasi jalanan depan rumah, kita seperti berjalan di atas ombak. Karena jalanan naik turun dan gelap," sambung Winda.

Kendala lain saat itu menurut Winda adalah cahaya. Listrik yang mati membuat suasana menjadi gelap gulita dan jalan hampir tidak terlihat.

Baca: Klasemen Liga 1 2018 Pekan 24 Usai Hasil Persija vs Perseru 2-1 dan Hasil Borneo FC vs Persipura 2-1

Baca: Atiqah Hasiholan Ungkap Hal Apa yang Membuat Takut pada Ratna Sarumpaet

Namun beberapa saat kemudian Winda dan keluarganya melihat nyala api yang mulai berkobar di beberapa titik. "Beberapa tempat terjadi kebakaran, tidak tahu kenapa, tapi cahaya dari api menuntun kami ke atap rumah tetangga, yang ternyata sudah ditempati oleh beberapa orang tetangga yang juga selamat," papar Winda kemudian.

Keluarga Winda dan beberapa tetangganya, yang dituntun dari cahaya api kebakaran, akhirnya memutuskan melompati atap-atap rumah tetangganya untuk mencari tempat yang lebih aman.

Drama malam itu berakhir saat kelompok warga tersebut menemukan tempat aman di kawasan sebelah komplek rumahnya. Dan ketika hari mulai terang, keluarga Winda yang telah mengetahui kejadian di Perumnas Balaroa tersebut berhasil menemukan Winda beserta Mama dan adiknya.

Setelah bermalam di Jalan Belimbing, kemudian ke Mamboro, Winda, Mama dan adiknya akhirnya diungsikan ke kediaman keluarganya di kawasan Pantai Barat.
Halaman sebelumnya
 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mama Ini Seperti Kiamat, Syahadat Saja Nak
(Penulis: Dany Permana)

 

Editor: Hari Widodo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved