Gempa Bumi di Lombok

Sesar Naik Flores, Penyebab Gempa Terus Menerus di NTB, Ini Penjelasan BMKG

Daryono menyebut, aktivitas sesar itu memicu "multiplet gempa". Sejarah mencatat, Sesar naik Flores pernah memicu gempa-gempa besar

Geosphysical Research Letter
Sunda Banda Arc terbagiu menjadi tiga segmen, Jawa Timur, Sumba, dan Timor. Bagian utara dari Sunda Banda Arc terdapat segmen-segmen aktif yang saling berkesinambungan, salah satunya sesar Kendeng. 

Daryono dan Irwan menjelaskan, sesar yang tidak menyebabkan gempa bukan berarti tidak aktif.

Mereka seperti manusia yang memendam energi amarahnya. Rentetan gempa yang terjadi sekarang ini adalah luapan amarah Sesar Naik Flores yang lama memendam energi.

"Ngamuk karena medan stres yang terakumulasi di kerak dangkal cukup besar," kata Daryono.

Hingga saat ini, tak ada yang mampu memprediksi waktu sebuah sesar meluapkan energinya sehingga gempa semalam tak lantas membenarkan prediksi gempa yang beredar sebelumnya.

Yang Mungkin Terjadi ke Depan Hingga Senin pagi tadi, gempa bermagnitudo 6,9 telah mengakibatkan 88 gempa susulan dengan kekuatan lebih kecil.

Irwan mengajak masyarakat di Bali dan Nusa Tenggara Barat untuk waspada.

Sesar Naik Flores aktif dan berpotensi memicu gempa lain setelahnya.

Energi yang lepas pada satu segmen bisa menyebabkan tekanan di segmen sesar lain dan lepas pada waktu yang sulit diprediksi.

"Ada kemungkinan wilayah dekat Lombok ke sisi Sumbawa atau Bali mungkin mengalami gempa. Tapi sulit mengatakan untuk mengatakan rembetan ini sampai ke Jawa," katanya.

Rangkaian gempa ini mungkin saja berakhir semalam tetapi, serial gempa akibat Sesar naik Flores ini bisa saja berlanjut.

Bagi pemerintah Nusa Tenggara Barat, gempa dan kerusakannya kali ini bisa menjadi renungan dalam mengembangkan wilayahnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal Sesar Naik Flores dan Amukannya yang Picu Serial Gempa Lombok", https://sains.kompas.com/read/2018/08/20/202331223/mengenal-sesar-naik-flores-dan-amukannya-yang-picu-serial-gempa-lombok.
Penulis : Bhakti Satrio Wicaksono
Editor : Yunanto Wiji Utomo

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved