Telinga Berdarah dan Headset Masih Melingkar, Siswi SMP Ini Ditemukan Tewas Misterius
Salah satu tetangga yang kemudian turut melihat jenazah tersebut, mengaku melihat ada darah dari telinga sebelah kanan.
Kepala Sekolah SMPN 2 Semen, Erwan Santoso saat dikonfirmasi Surya.co.id mengaku keluarga besar sekolahnya sangat berduka dengan kejadian yang menimpa siswanya.
Apalagi almarhum dikenal sebagai pribadi yang pendiam dan bagus prestasi akademiknya.
Menyusul kematian SA, guru bersama ratusan siswa SMPN 2 Semen telah menggelar doa bersama usai upacara bendera, Senin (30/7/2018).
Doa bersama dipimpin guru agama Ali Budiono.
Sedangkan teman satu kelas SA takziah ke rumah duka serta mendoakan di pusara almarhum.
Saat ziarah rekan-rekannya tak kuasa menahan tangis.
Erwan berulangkali mengingatkan siswanya untuk bijak saat menggunakan HP.
Malahan di sekolahan sudah lama ada larangan siswa membawa HP.
Jika ada siswa yang melanggar HP bakal disita dan pengambilan dilakukan orangtuanya.
Kalau melanggar sampai dua kali HP disita dan baru dikembalikan setelah lulus sekolah.
Sementara terkait penyebab kematian SA, Erwan mengaku tidak mengetahui secara persis karena bukan ranahnya.
"Kami ke rumah duka untuk berbela sungkawa dan menyampaikan santunan.
Soal penyebab kematiannya bukan ranah kami," jelasnya.
Kapolsek Semen, AKP Karyoko saat dikonfirmasi Surya.co.id menjelaskan pihaknya tidak menerima laporan terkait penyebab kematian pelajar SMPN 2 Semen.
"Keluarga tidak melapor ke polisi," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/tribun-kalteng-ziarah-makam_20180801_133849.jpg)