Kalteng Kita
Dengar Harga Ayam Naik di Palangkaraya, Menteri Perdagangan Janji Cari Solusi
menteri menemukan sejumlah bahan makanan yang naik, terutama adalah ayam potong dengan kebaikkan yang cukup tinggi
Penulis: Fathurahman | Editor: Mustain Khaitami
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Menteri Perdagangan Republik Indonesia Enggartiasto Lukita dan rombongan, Sabtu (9/6/2018) melakukan sidak di pasar tradisional Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Kunjungan kerja Mendag RI tersebut, sebagai upaya antisipasi dini terhadap potensi kenaikan permintaan barang kebutuhan pokok, hambatan distribusi dan gangguan pasokan menjelang Lebaran Tahun 2018.
Menteri datang bersama sejumlah jajarannya melakukan pemantauan harga barang dan sembako di Pasar Besar Palangkaraya, Pasar Kahayan dan Pasar Penyeimbang yang dibangun oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kalimantan Tengah.
Saat memantau harga sembako di pasar tradisional, menteri menemukan sejumlah bahan makanan yang naik, terutama adalah ayam potong dengan kebaikkan yang cukup tinggi hingga mencapai Rp45 ribu perkilogram.
Baca: Seleksi Calon Komisioner KPU 7 Kabupaten di Kalteng, 122 Pendaftar Lolos ke Tes CAT
Baca: Mundur dari Jabatan Ketua BPIP, Yudi Latif Tinggalkan Rumah Bersama 4 Anaknya Sejak Jumat
Baca: Asli Bikin Ngakak! Ini 8 Kelakuan Aneh Orang Indonesia saat Mudik
Keterangan Syarifah, salah seorang pedagang ayam potong di Pasar Tradisional Kahayan, kenaikan terjadi sejak dua hari ini yakni dari harga normal Rp28 ribu perkilogram, naik jadi Rp30 ribu , kemudian naik lagi jadi Rp32 ribu hingga saat ini mencapai Rp45 ribu perkilogramnya.
"Kami menaikkan harga jual ayam potong, mengikuti kebaikan harga ditingkat pemotong, sehingga ketika dijual kepada konsumen sebesar Rp45 ribu perkilogramnya, jika harga pemotong rendah tentu kami akan menyesuaikannya," ujarnya lagi.
Sementara itu, Menanggapi itu, Menteri Perdagangan Republik Indonesia Enggartiasto Lukita , menjanjikan akan mencarikan jalan keluarnya, karena harga jual ayam potong memang cukup tinggi jelang lebaran.
"Ini yang akan dicarikan solusinya, karena memang terjadi permintaan tinggi jelang lebaran, sedangkan pasokan berkurang, karena produksi peternak ayam mandiri tidak memadai. Untuk harga sembako lainnya masih stabil, disini juga ada pasar penyeimbang, untuk stabilisasi harga," ujarnya. (TRIBUNKALTENG.COM/faturahman)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/tribunkalteng-mendag-enggartiasto-lukita_20180609_142611.jpg)