Skandal Pembocoran Data, Pengguna Facebook Indonesia Gugat Ganti Rugi Rp 11 Triliun

Namun Jemy mengakui masih ada beberapa berkas yang dibutuhkan sehingga pendaftaran ditunda.

USA Today
CEO dari Facebook, Mark Zuckerberg, saat memberikan pernyataannya di hadapan jajaran Komite Senat dalam Judiciary and the Senate Committee on Commercer, Science, and Transportation, yang berlangsung di Washington, 10 April 2018. 

"Kami menghitungnya tiap pengguna mendapatkan Rp 10 juta rupiah sebagai ganti rugi imaterialnya, dan senilai Rp 20.000 sebagai ganti rugi materialnya. Dikalikan seluruh pengguna Facebook di Indonesia yang terdampak, yang kita dapat angkanya dari siaran pers Kominfo," papar Jemy.

Dari berkas gugatannya, kerugian material dihitung dari kerugian pengguna dari pembelian pulsa senilai Rp 20 ribu perpengguna.

Sementara kerugian imaterialnya dinilai dari pengeluaran-pengeluaran yang tidak  terduga serta segala kerugian yang timbul akibat beban mental dan tekanan psikologis yang telah membuat keresahan, kekhawatiran, ketidaknyamanan, dan menimbulkan rasa tidak aman terhadap para pengguna Facebook di Indonesia.

Kasus kebocoran data pengguna Facebook sendiri bermula dari artikel di koran Inggris The Guardian Maret lalu. Dalam artikel tersebut dinyatakan adanya penjualan data oleh Aleksandr Kogan, pengembang aplikasi This is Your Digital Life di Facebook.

Data pengguna yang menggunakan aplikasi tersebut kemudian dijual Kogan ke Cambridge Analytica, dan digunakan sebagai basis kampanye Donald Trump dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat.

Diperkirakan ada sekitar 87 juta pengguna Facebook yang datanya, sementara di Indonesia prediksinya ada sekitar 1,09 juta pengguna yang kena dampak. (Kontan)

 

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved