Kabar Palangkaraya

Cabut Stop Kontak, Ibu Rumah Tangga Tewas Kesetrum

Nyawa Ibu rumah tangga yang memiliki dua orang anak, merupakan penjual kayu ini, tak tertolong lagi, setelah aliran listrik menyengat tubuhnya.

Penulis: Fathurahman | Editor: Mustain Khaitami
TRIBUNKALTENG.com/faturahman
Jenazah korban saat di periksa di ruang kamboja, RS Doris Sylvanus Palangkaraya, Jumat (13/4/2018) malam. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Nasib naas merenggut nyawa seorang ibu rumah tangga bernama Maria Kristina Endang Taurina (33) warga yang tinggal di Jalan, Seth Adji Ujung, Toko Bangunan Karya Agung Kelurahan Langkai Kecamatan Pahandut Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Jumat (14/5/2018) malam.

Nyawa Ibu rumah tangga yang memiliki dua orang anak, merupakan penjual kayu ini, tak tertolong lagi, setelah aliran listrik menyengat tubuhnya.

Dia tak menyangka, usai menonton televisi dan ingin mencabut kabel yang menempel pada terminal listrik, tak disangka rumah penutup terminal tempat colokan kabel terbuka sedangkan aliran listrik masih mengalir.

Rupanya, tangan korban menempel di kuningan terminal yang masih dialiri listrik sehingga memgakibatkan tanggannya tersengat saat menggenggam terminal listrik tersebut.

Baca: Ditodong Golok dan Senpi Rakitan, Polisi Tembak Mati 2 Pencuri Uang Bermodus Pecah Ban

Baca: Seleksi Ketat! Pelamar Sekolah Kedinasan Sudah Mencapai 40 Ribu Orang

Akibatnya, tubuhnya secara spontan gelojotan tersengat listik aliran tinggi tepat di depan televisi di rumahnya.

Korban awalnya berusaha menarik tangannya yang tersentrum listrik tersebut, tetapi apa daya , telapak tangan kiri malah menempel di kuningan listrik tersebut sehingga suaminya datang.

Namun terlambat karena korban sudah dalam keadaan tergeletak kaku dan dengan tangan kiri hangus terbakar yang masih menggenggam terminal listrik.

"Saya tidak tau, kejadian itu, namun melihat istri sudah dalam keadaan begitu, berusaha menolong tetapi terlambat, saat kabel sudah dicabut, korban berusaha dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya sudah tak bisa tertolong lagi, hingga akhirnya di bawa ke kamar jenazah," ujar Luhut Suami Korban.

Korban, saa itu langsung mendapat bantuan dari Tim Emergency Response Palangkaraya, Jumat (13/4/2018) pukul 20.10 WIB bersama petugas Piket SPKT Polres Palangkaraya yang membawa jenazah ke kamar jenazah RS Doris Sylvanus Palangkaraya untuk dilakukan pemeriksaan.

"Rumah korban yang meninggal dunia akibat kesetrum listrik itu dijalan Seth Adji Ujung Palangkaraya." ujar Jean Stave, salah satu anggota ERP.

Kasat Reskrim Polres Palangkaraya, AKP Harmain, mengungkakan, kejadian bermula ketika korban hendak mematikan TV korban mencabut jek atau terminal colokan listrik untuk televisnya, dari stop kontak.

Ketika itu tangan korban basah dan rumahan terminal terbuka sehingga tangan kirinya tersengat mengakibatkan korban tersetrum hingga meninggal dunia.

pertama kali yang mengetahui korban tesetrum adalah anaknya IM (11), kemudian suaminya Luhut Parlutan (34) yang kebetulan baru pulang dari mengantarkan barang pesanan orang.

Pukul 20.00 WIB, korban dibawa ke UGD RSUD dr Doris Sylvanus oleh suami dan keluarganya, akan tetapi nyawa korban tak bisa terselamakan, lalu dibawa ke Ruang Kamboja (kamar jenazah) untuk dilakukan pemeriksaan luar.

Selanjutnya, pemeriksaan luar hasilnya ditemukan bekas luka tersetrum listrik pada telapak tangan kiri korban.

Dari hasil olah TKP yang dilakukan pihak kepolisian, korban murni kecelakaan akibat tersetrum listrik dan tidak ada motif lainnya usai diperiksa. Tengah malam tadi jenazah langsung diserahkan kepada keluarga. (TRIBUNKALTENG.COM/faturahman)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved