Darurat Narkoba

Dua Tewas Akibat Ganja Palsu, Efeknya Mengerikan!

Ganja palsu yang kerap disebut Spice atau K2 ini telah membuat sebagian korbannya mengalami pendarahan hebat, seperti pada batuk,

Editor: Mustain Khaitami
Dokumentasi Kepolisian Tasmania
Ladang ganja hidroponik yang ditemukan aparat Kepolisian Tasmania, Australia di rumah milik salah satu warga. 

TRIBUNKALTENG.COM, CHICAGO - Beberapa negara bagian di Amerika Serikat melegalkan penggunaan ganja. Namun, kasus ganja sintetis akhir-akhir telah membuat khawatir sejumlah pihak.

Dilansir dari CNN, Selasa (3/4), ada 70 kasus sehubungan dengan pemakaian ganja sintetis, termasuk dua kematian, di wilayah Chicago dan di Illinois tengah.

Baca: 2,4 Juta Warga AS Kecanduan, Donald Trump Ajukan Hukuman Mati bagi Pengedar Narkoba

Baca: 1,3 Ton Ganja Gagal Edar di Pesta Perayaan Tahun Baru, Begini Kronologis Pengungkapannya

Ganja palsu yang kerap disebut Spice atau K2 ini telah membuat sebagian korbannya mengalami pendarahan hebat, seperti pada batuk, urine, hidung, dan gusi.

"Kami terus memantau kasus ini," kata Allison Arwady, kepala petugas medis di Departemen Kesehatan Publik Chicago.

"Berekspresimen dengan zat-zat ini berbahaya bagi kesehatan. kami tidak tahu apa yang ada di dalamnya, namun berpotensi mengancam jiwa," ucapnya.

Departemen kesehatan memperingatkan bahwa ganja sintetis dapat memiliki efek samping serius, termasuk kematian.

Baca: Tewas di Usia 20 Tahun, Penyebab Kematian Bintang Porno Olivia Nova Ternyata Akibat Ini

Baca: Tinggal Dekat Pabrik Viagra, Efek Tegang Dirasakan Para Pria di Kota Ini

Fake weed atau synthetic cannabinoids atau synthetic marijuana merupakan bahan kimia buatan manusia yang disemprotkan pada tanaman yang dikeringkan, kemudian diparut dan diasap. Selanjutnya, dijual dalam bentuk cairan untuk diuapkan dan dihirup dalam rokok elektronik atau perangkat lainnya.

"Mereka sintetis, jadi semuanya dibuat di laboratorium, Mereka tidak diproduksi seperti tanaman ganja," kata Arwady. Ganja sintetis dibuat dengan bahan kimia yang mirip dengan kandungan tanaman ganja sesungguhnya.

Namun, sebenarnya memiliki dampak pada otak dan tubuh yang jauh lebih kuat dan punya efek samping yang berbeda dengan ganja. Ganja palsu ini juga sangat mudah diakses karena dijual di toko-toko, stasiun pengisian bahan bakar, toko obat, dan di toko online.

Harganya sekitar 10 dollar AS atau Rp 137.000 per paket. Tiga orang telah ditangkap karena telah menjual ganja palsu di sebuah toko, dan juga terkait dengan beberapa kasus yang terjadi. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved