Bisnis dan Ekonomi

Lesunya Bisnis Hotel di Kota Ini, Pengelola Ramai-ramai Turunkan Tarif

Karakteristik konsumen kini pun lebih melihat efisiensi anggaran. Mencari harga yang hemat namun memiliki bobot produk yang hebat.

Editor: Mustain Khaitami
Dok. Charleville Lodge Hotel
Ilustrasi kamar hotel 

TRIBUNKALTENG.COM, BALIKPAPAN - Melemahnya pasar hotel berbintang tiga di Kota Balikpapan sebenarnya sudah sejak lama, saat ekonomi daerah bergejolak minus. Ditambah persaingan sengit antara jasa penginapan (guest house) membuat tantangan semakin berat untuk tetap bertahan.

Seperti halnya diungkap Hosis, Asisten Manager Hotel Royal Suite Balikpapan, di tengah perekonomian sedang lesu, banyak hotel berbintang empat yang menurunkan harga pasaran hampir sama dengan penetapan tarif hotel bintang tiga. Dirinya menilai, persaingan sudah semakin ketat.

Baca: Kalah Dramatis, Atletico Madrid Kian Jauh dari Barcelona

"Guest house tidak terlalu berpengaruh buat kami. Yang paling pengaruh itu di antara hotel berbintang perang harga. Satu sama lain saling memberikan harga termurah untuk menggaet pasar yang sedang sepi," ujarnya.

Sebagai contoh, konsumen jelas akan memilih hotel bintang empat di saat harga yang diterapkan sama dengan hotel bintang tiga seperti Hotel Royal Suite. Sekarang ini mencari konsumen sedikit sukar, kalau pun ada dipastikan akan menjadi rebutan banyak hotel.

Karakteristik konsumen kini pun lebih melihat efisiensi anggaran. Mencari harga yang hemat namun memiliki bobot produk yang hebat. Daya beli masyarakat belum terlalu bergairah, masih susah mencari pangsa pasar yang fantastis.

Baca: VIDEO: Mengenang Nike Ardilla, Begini Keculunanya Diwawancara Dian Nitami Ini

"Konsumen kami untung saja banyak juga dari kalangan pemerintah. Dapat dukungan dari gubernur, yang terkait kegiatan provinsi di Balikpapan, semestinya memakai Royal Suite," ujarnya.

Di tempat terpisah, pelaku hotel bintang empat, Yanuar Kurniawan, Eksekutif Asisten Manager Hotel Platinum Balikpapan, membenarkan jika memang sudah terjadi perang harga antara satu hotel dengan hotel lainnya. Penerapan harga di hotel bintang empat hampir serupa dengan bintang tiga.

"Sudah lama terjadinya perang harga. Bukan isu yang baru lagi. Memang benar-benar terjadi di lapangan demi menggaet pasar yang sekarang kami anggap sedikit susah," ujarnya.

Baca: Begini Doa Dian Rositaningrum untuk Wulan, Istri Opick Kedua yang Meninggal

Namun perang harga itu terjadi hanya produk untuk kamar penginapan. Harga hotel bintang empat yang diterapkan bisa hampir serupa dengan yang kelas hotel bintang di bawahnya.

Bicara soal harga, sekarang ini tiap-tiap hotel memberlakukan secara fleksibel. Pola pikir hotel zaman sekarang ini lebih baik mendapatkan tamu daripada tidak sama sekali. Situasi sulit tetap bertahan dan mendapat tamu.

"Yang biasa langganan di tempat kami saja bisa kami kasih harga diskon 35 persen sampai 50 persen. Kami berpikir lebih baik untuk sedikit tapi masih bisa untung, hotel bisa bertahan, masih bisa beroperasional," ujarnya.

Baca: Presiden Jokowi Rencananya Hadir, Ini Syarat Panitia Haul Guru Sekumpul

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved